Wafatnya Alexei Navalny: Misteri di Balik Racun Mematikan dari Rusia
ORBITINDONESIA.COM – Kematian Alexei Navalny, tokoh oposisi Rusia, mengundang perhatian dunia setelah terungkapnya dugaan pembunuhan dengan racun mematikan dari katak panah di Amerika Selatan.
Alexei Navalny, kritikus vokal pemerintahan Rusia, meninggal dua tahun lalu di penjara terpencil di Arktik. Pemerintah Rusia mengklaim kematiannya akibat penyebab alami, namun penyelidikan internasional menunjukkan adanya racun epibatidine.
Temuan laboratorium dari lima negara Eropa mengungkapkan adanya epibatidine, racun yang 200 kali lebih kuat dari morfin, dalam tubuh Navalny. Racun ini hanya ditemukan di katak beracun di Amerika Selatan, menimbulkan pertanyaan tentang cara racun tersebut bisa sampai ke Rusia.
Kesimpulan dari beberapa negara Barat menyatakan bahwa hanya negara Rusia yang memiliki sarana, motif, dan kesempatan untuk meracuni Navalny. Sementara Rusia menolak tuduhan ini, menyebutnya sebagai propaganda Barat, tetapi bukti semakin menguatkan keterlibatan negara.
Kematian Navalny menambah daftar panjang dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Rusia. Apakah dunia akan membiarkan pelanggaran ini tanpa konsekuensi? Navalny bukan hanya korban, tetapi simbol perlawanan terhadap tirani. Dunia harus bertindak.