Meningkatnya Ancaman Demam Berdarah di Jawa Tengah

ORBITINDONESIA.COM – Dengan datangnya musim hujan, ancaman demam berdarah di Jawa Tengah semakin nyata, memaksa pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi ancaman kesehatan yang konsisten di Jawa Tengah, terutama saat musim hujan. Dengan adanya kasus di seluruh 35 kabupaten/kota, tidak ada daerah yang bebas dari ancaman ini. Tahun 2025 menyaksikan kasus DBD di semua kabupaten/kota, menunjukkan tantangan besar bagi upaya pencegahan dan pengendalian.

Data dari Dinas Kesehatan Jateng menunjukkan, hingga triwulan ketiga 2005, terdapat 7.587 kasus DBD dengan 59 kematian. Meskipun Case Fatality Rate (CFR) menurun dari 2,2 di tahun 2023 menjadi 0,7 pada tahun 2025, ancaman penyakit ini tetap signifikan. Perubahan iklim global telah menggeser pola penyebaran, dari dataran rendah ke dataran tinggi, memperluas wilayah risiko.

Politikus PKB, Sarif Abdillah, menekankan pentingnya upaya kolektif dalam mengatasi DBD. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta deteksi dini dan penanganan medis, adalah kunci pengendalian. Selain itu, pemantauan berkala dan data statistik yang akurat harus menjadi prioritas pemerintah untuk menentukan langkah strategis yang efektif.

Upaya pencegahan dan pengendalian DBD memerlukan komitmen bersama dari pemerintah dan masyarakat. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat dan partisipasi aktif, kita dapat menekan angka kesakitan dan kematian. Pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah, apakah kita siap menghadapi ancaman ini dengan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan?

(Orbit dari berbagai sumber, 19 Februari 2026)