Menguak Perubahan Radikal Tata Kelola Perusahaan di Amerika
ORBITINDONESIA.COM – Perubahan besar dalam tata kelola perusahaan di Amerika Serikat memicu perdebatan sengit tentang tujuan sejati sebuah perusahaan.
Transformasi ini berakar dari kenyataan bahwa individu, bukan institusi keuangan besar, adalah pemilik sebenarnya dari Amerika Korporat. Hal ini menantang teori primasi pemegang saham yang telah lama menjadi dasar tata kelola perusahaan.
Debat ini mencapai puncaknya dengan pengumuman kapitalisme pemangku kepentingan oleh Business Roundtable. Hampir 200 CEO menandatangani pernyataan ini sebelum pandemi, menolak teori primasi pemegang saham. Namun, langkah ini justru memicu pergeseran fokus menuju ESG, yang dalam banyak kasus mengorbankan kepentingan finansial.
ESG menjadi tujuan, bukan sarana, sehingga mengakibatkan investasi yang tidak menghasilkan. Banyak perusahaan sudah mengadopsi prinsip ESG tanpa perlu dipaksa, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan investasi besar tanpa hasil nyata.
Pergeseran ini menegaskan pentingnya kembali ke tujuan utama perusahaan: keuntungan berkelanjutan bagi pemegang saham. Penting bagi perusahaan untuk menyeimbangkan antara tujuan sosial dan keuntungan finansial, agar tetap relevan di abad 21.
(Orbit dari berbagai sumber, 2 Maret 2026)