Lonjakan Harga Bitcoin: Sinyal Positif atau Ilusi Sementara?

ORBITINDONESIA.COM – Pasar kripto kembali menggeliat dengan lonjakan harga Bitcoin yang mengejutkan. Pada perdagangan Selasa pagi, Bitcoin melesat tajam, memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan tren ini.

Kenaikan harga Bitcoin terjadi di tengah ketegangan geopolitik setelah serangan Amerika Serikat ke Iran. Meski pasar menyambut baik pergerakan ini, analis memperingatkan bahwa lonjakan ini lebih karena aksi short covering daripada masuknya dana baru.

Data dari CoinMarketCap menunjukkan kapitalisasi pasar kripto global naik 4,23% mencapai US$ 2,37 triliun. Bitcoin melonjak 4,63% ke US$ 68.875. Namun, ini lebih dipicu oleh positioning squeeze, di mana pelaku pasar menutup posisi jual mereka.

Chief Investment Officer Risk Dimensions, Mark Connors, menilai bahwa guncangan makro membuat investor merombak portofolio mereka. Aksi beli paksa akibat short covering memberikan dorongan harga, meski tidak selalu mencerminkan kekuatan fundamental.

Reli cepat seperti ini sering kali bersifat sementara. Pertanyaannya adalah bagaimana pelaku pasar akan merespons dalam jangka panjang? Apakah ini akan menjadi awal dari tren bullish atau sekadar ilusi sementara di tengah ketidakpastian global?

(Orbit dari berbagai sumber, 4 Maret 2026)