SWSI Kecam Penangkapan WNI dan Wartawan Indonesia oleh Otoritas Israel

ORBITINDONESIA.COM — Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) mengecam keras penangkapan sejumlah warga negara Indonesia, termasuk wartawan dari Republika dan Tempo, oleh otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Dalam pernyataan resminya, Selasa, 19 Mei 2026, organisasi yang beranggotakan wartawan senior berusia di atas 60 tahun itu menilai tindakan penangkapan terhadap wartawan dan relawan kemanusiaan di wilayah perairan internasional bertentangan dengan prinsip hukum internasional, kebebasan pers, dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

SWSI menegaskan bahwa wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan seharusnya mendapatkan perlindungan. Kehadiran jurnalis di wilayah konflik dan krisis kemanusiaan dinilai penting untuk memastikan masyarakat internasional memperoleh informasi yang independen, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengutip pernyataan Pemimpin Redaksi Republika, SWSI menyebut para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan membawa solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia bagi warga sipil Palestina. Sementara itu, dua wartawan Republika disebut sedang menjalankan tugas jurnalistik ketika penangkapan terjadi.

“Atas dasar itu, SWSI mendesak otoritas Israel segera membebaskan wartawan dan warga sipil tak bersenjata yang sedang melaksanakan misi kemanusiaan tanpa syarat apa pun,” demikian isi pernyataan tersebut.

Selain itu, SWSI meminta Pemerintah Indonesia menggunakan seluruh jalur diplomatik untuk memastikan seluruh warga negara Indonesia yang ditangkap dapat segera dibebaskan tanpa syarat.

Organisasi tersebut juga menyerukan solidaritas internasional, komunitas pers global, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar bersama-sama menekan Israel menghentikan tindakan kekerasan terhadap wartawan serta menegakkan hukum internasional.

Menurut SWSI, di tengah meningkatnya tragedi kemanusiaan global, perlindungan terhadap pekerja pers menjadi semakin penting. Dunia, kata mereka, membutuhkan jurnalisme yang independen dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan itu ditandatangani Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi dan Sekretaris Umum Budiman Tanuredjo di Jakarta. ***