Desakan Keluar dari Board of Peace: Pilihan Diplomasi Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan meningkat saat seruan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace bentukan Donald Trump mencuat, menyusul agresi AS dan Israel ke Iran.
Ketua MPR Ahmad Muzani merespons desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Muzani menekankan keputusan harus berdasarkan konsensus. Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan opsi ini, mencerminkan kekhawatiran atas eskalasi di Timur Tengah.
Board of Peace dibentuk untuk mendorong perdamaian di Palestina dan kawasan konflik lainnya. Kendati demikian, keterlibatan anggota seperti AS dan Israel dalam konflik Iran memicu kritik. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai BoP menyimpang dari tujuan aslinya dan bisa memperluas konflik, bukan menguranginya.
Keputusan Indonesia untuk tetap atau keluar dari BoP menuntut keseimbangan diplomasi. Ada risiko bahwa keanggotaan bisa dianggap legitimasi bagi aksi militer yang kontroversial. Namun, keluar dari BoP juga dapat berarti kehilangan platform internasional untuk mempromosikan perdamaian.
Keberadaan Indonesia dalam Board of Peace menggugah pertanyaan tentang efektivitas lembaga ini dalam mempromosikan perdamaian. Apakah keterlibatan dalam organisasi ini menguntungkan bagi Indonesia, atau justru menempatkan negara dalam posisi kompromi? Ini adalah saat bagi Indonesia untuk mempertimbangkan kembali perannya di panggung diplomasi internasional.
(Orbit dari berbagai sumber, 6 Maret 2026)