Banjir Tangerang: Dampak Luapan Kali Sabi pada Transportasi dan Warga

ORBITINDONESIA.COM – Hujan deras yang mengguyur Tangerang sejak Sabtu malam menyebabkan Kali Sabi meluap, menenggelamkan ruas Tol Tangerang-Merak dan memicu kemacetan panjang.

Banjir di Tangerang bukan lagi sekadar fenomena musiman, tetapi telah menjadi masalah kronis yang berulang. Kali ini, luapan Kali Sabi menggenangi jalan tol dan kawasan pemukiman, menghambat aktivitas warga serta arus lalu lintas.

Curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang kurang optimal menjadi penyebab utama. Data menunjukkan bahwa ketinggian air mencapai 50 sentimeter, cukup untuk memicu kemacetan lebih dari lima kilometer di ruas tol dan mengganggu akses jalan di kawasan Lippo Karawaci.

Dampak banjir ini mengungkap kelemahan infrastruktur kota dan kurangnya inisiatif pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai. Warga, seperti Fajrul dan Heri, menuntut perbaikan segera agar kejadian serupa tidak terus berulang, menekankan pentingnya respons cepat dan efektif dari otoritas terkait.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat tentang urgensi perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai. Apakah kita akan terus menunggu banjir berikutnya, atau mulai mengambil langkah nyata untuk mencegahnya?

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Maret 2026)