Penemuan Fosil Telur Dinosaurus: Bukti Evolusi Burung Modern

ORBITINDONESIA.COM – Penemuan fosil telur dinosaurus berusia 68 juta tahun di India mengungkapkan fenomena 'ovum-in-ovo', yang sebelumnya hanya ditemukan pada burung modern.

Penemuan ini dilakukan di Formasi Lameta, Madhya Pradesh, India, situs yang dikenal sebagai salah satu sarang dinosaurus terbesar dari periode Kapur Akhir. Fosil ini diyakini berasal dari titanosaurus, dinosaurus herbivora raksasa berleher panjang yang merupakan salah satu hewan darat terbesar.

Para peneliti menemukan 11 telur dinosaurus yang terfosilkan di satu cekungan tanah, namun salah satunya mengandung dua lapisan cangkang terpisah, menunjukkan telur di dalam telur. Fenomena ini, yang disebut 'ovum-in-ovo', sebelumnya hanya ditemukan pada burung. Hal ini menunjukkan bahwa dinosaurus mungkin memiliki sistem reproduksi lebih kompleks dari yang diperkirakan.

Guntupalli Prasad dari University of Delhi menyatakan bahwa keberadaan patologi ovum-in-ovo pada titanosaurus memberikan petunjuk bahwa sistem reproduksi dinosaurus mungkin lebih mirip dengan burung modern. Ini menantang pandangan lama bahwa reptil purba memiliki sistem reproduksi sederhana.

Penemuan ini tidak hanya memperkuat teori bahwa burung modern adalah keturunan dinosaurus, tetapi juga membuka jendela baru untuk memahami evolusi reproduksi dinosaurus. Apakah ada lagi rahasia evolusi yang bisa terungkap dari fosil-fosil ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)