AI dan Dakwah: Memanfaatkan Teknologi di Era Digital

ORBITINDONESIA.COM – Kecerdasan buatan kini menjadi mitra dakwah Islam yang tak terelakkan. Dosen UM Bandung, Agung Tirta Wibawa, menjelaskan bagaimana AI bisa memperluas jangkauan syiar secara digital.

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Di tengah perubahan ini, para dai ditantang untuk memanfaatkan teknologi ini dalam dakwah Islam. Agung Tirta Wibawa dari UM Bandung menekankan pentingnya AI sebagai alat bantu, bukan sebagai unsur utama dalam dakwah digital.

AI menawarkan produktivitas tinggi dalam pembuatan konten Islami, khususnya saat Ramadhan. Melalui AI, dai dapat menyusun materi dakwah dan visualisasi tokoh-tokoh Islam klasik dengan efisiensi baru. Namun, adanya risiko informasi tidak akurat menuntut verifikasi konten yang ketat, terutama terkait pengutipan Al-Quran dan Hadis.

Agung menyoroti bahwa meskipun AI memudahkan, manusia tetap memegang peran penting dalam menjaga keaslian dan akurasi konten. Teknologi ini harus dimanfaatkan secara cerdas dan bertanggung jawab, memastikan inovasi dakwah tetap berlandaskan syariat Islam.

Di era transformasi digital, penggunaan AI dalam dakwah harus dilakukan dengan hati-hati dan bijaksana. Ini adalah peluang untuk membentuk umat yang lebih taat, tetapi juga mengingatkan kita untuk tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi. Apakah kita siap menyongsong masa depan dakwah digital yang beretika?

(Orbit dari berbagai sumber, 13 Maret 2026)