Garda Revolusi Iran Siap Hadapi Unjuk Rasa Baru dengan Tangan Besi

ORBITINDONESIA.COM – Garda Revolusi Iran memperingatkan respons keras terhadap unjuk rasa baru setelah protes Januari lalu menewaskan ribuan orang.

Ketegangan politik di Iran meningkat, terutama setelah perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Seruan internasional untuk menggulingkan pemerintah menambah bahan bakar protes domestik yang didorong oleh permasalahan ekonomi.

Protes Desember lalu yang berawal dari ketidakpuasan ekonomi dengan cepat berubah menjadi gerakan anti-pemerintah. Pemerintah Iran menuding keterlibatan AS dan Israel sebagai dalang kerusuhan, sementara data menunjukkan lebih dari 3.000 orang tewas. LSM internasional menuduh tindakan brutal aparat keamanan Iran.

Tekanan eksternal dari AS dan Israel memberikan dimensi geopolitik pada krisis di Iran. Sementara itu, ketidakpuasan internal karena ekonomi yang memburuk memicu keresahan warga. Bagaimana pemerintah merespons protes ini akan menentukan stabilitas Iran ke depan.

Dengan situasi yang kian memanas, pertanyaan besar tetap: mampukah pemerintah Iran mengatasi krisis ini tanpa kekerasan lebih lanjut? Atau akankah siklus protes dan represi terus berlanjut, meninggalkan jejak luka mendalam di masyarakat Iran?

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Maret 2026)