Generasi Baru Pendiri Startup: Budaya Kerja 996 di AS

ORBITINDONESIA.COM – Di tengah hiruk-pikuk inovasi, generasi muda pendiri startup AS menggemakan budaya kerja 996 dari Tiongkok.

Di Amerika Serikat, generasi pendiri startup yang lebih muda sedang merombak budaya 'hustle' milenial dengan pendekatan kerja keras yang lebih ketat. Mereka terinspirasi oleh model 996 dari China, meskipun model ini telah diperdebatkan. Namun, di Silicon Valley dan kota besar lain, daya tariknya tetap kuat bagi para pengusaha muda.

Banyak startup AI di AS bersaing ketat dalam hal kecepatan pertumbuhan dan pengembangan produk. Menurut Nicole Levin dari Pebblebed, kerja keras dianggap sebagai jalan menuju sukses dalam 'gold rush' AI. Namun, waktu di kantor mungkin lebih performatif daripada produktif, mengundang kritik dari berbagai pihak.

Meskipun 996 pernah dikritik sebagai bentuk perbudakan modern setelah beberapa kasus kematian pekerja di China, generasi muda di AS tampaknya terpesona olehnya. Mereka percaya bahwa jam kerja panjang dapat membawa kesuksesan seperti yang dialami perusahaan besar China seperti Alibaba dan ByteDance.

Apakah budaya kerja 996 akan menjadi standar baru di AS? Atau akankah akhirnya menemui nasib yang sama dengan di China, di mana dampak negatifnya lebih besar daripada manfaatnya? Pertanyaan ini tetap menggantung, menantang kita untuk merenungkan batas antara dedikasi dan eksploitasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 17 Maret 2026)