Ekuinoks dan Idulfitri 2026: Fenomena Langit di Hari Suci
ORBITINDONESIA.COM – Fenomena ekuinoks diprediksi bertepatan dengan Idulfitri 2026, membawa sinar matahari tepat di atas kepala umat Muslim saat beraktivitas.
Pada 2026, ekuinoks Maret berpotensi bertepatan dengan perayaan Idulfitri, momen penting bagi umat Muslim. Fenomena ini terjadi ketika Bumi tegak lurus terhadap Matahari, mengakibatkan durasi siang dan malam yang sama di seluruh dunia.
Menurut BMKG, ekuinoks Maret 2026 diperkirakan jatuh pada 20 Maret, sehari sebelum Idulfitri yang diprediksi jatuh pada 21 Maret. Data menunjukkan ketinggian hilal dan elongasi pada 19 Maret belum memenuhi kriteria MABIMS, sehingga bulan Ramadan akan genap 30 hari.
Pandangan masyarakat tentang ekuinoks sering kali dibayangi ketakutan akan perubahan cuaca ekstrem. Namun, BMKG menegaskan bahwa ekuinoks adalah fenomena alami yang tidak berbahaya dan tidak menyebabkan suhu udara meningkat drastis.
Ekuinoks bertepatan dengan Idulfitri 2026 mengingatkan kita pada keindahan alam semesta yang teratur. Fenomena ini mengajak kita merenung tentang keseimbangan alam dan bagaimana kita dapat hidup selaras dengannya.