Budaya Kerja Ekstrem di Silicon Valley: Ancaman Baru
ORBITINDONESIA.COM – Seorang peneliti AI dari OpenAI mengundurkan diri karena burnout, menyoroti budaya kerja ekstrem di Silicon Valley yang mengancam kesehatan mental.
Di balik gemerlap inovasi teknologi, Silicon Valley menyimpan cerita gelap tentang tekanan kerja ekstrem. Persaingan sengit dan ketakutan akan kehilangan pekerjaan telah menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat.
AI mengubah pasar kerja dengan mengurangi posisi entry-level. Menurut Axios, para peneliti AI sering bekerja 100 jam seminggu. Data dari Indeed Hiring Lab menunjukkan penurunan signifikan pada posisi teknis pemula sejak 2022.
Budaya overwork ini diperparah oleh motivasi internal seperti hasrat dan ambisi. Namun, apakah produktivitas nyata dapat dicapai dengan mengorbankan kesehatan dan kesejahteraan?
Transformasi besar di pasar tenaga kerja tampak tak terelakkan. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menyeimbangkan inovasi dengan kesejahteraan manusia?
(Orbit dari berbagai sumber, 22 Maret 2026)