Trump Marah: Sekutu NATO Tolak Bantu Buka Selat Hormuz

ORBITINDONESIA.COM – Presiden AS Donald Trump melampiaskan kekecewaannya setelah sekutu NATO menolak permintaan untuk membantu membuka Selat Hormuz yang strategis.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat, memantik perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Penolakan NATO datang di tengah situasi genting ini, meskipun Iran mengklaim kontrol atas Selat Hormuz, jalur penting bagi suplai minyak dunia.

Trump mengkritik NATO yang dianggap tidak seimbang, menuding sekutu tidak berkontribusi saat AS membutuhkannya. Situasi diperparah dengan pengunduran diri Joe Kent, menyebut perang didorong oleh tekanan Israel. Uni Eropa menyerukan diplomasi untuk meredakan konflik yang memicu lonjakan harga minyak dan pengungsian massal.

Pandangan Trump menyoroti ketergantungan aliansi dan kepentingan nasional yang berbeda. Sementara itu, sikap skeptis terhadap perang menunjukkan pergeseran dalam kebijakan luar negeri AS. Apakah ini pertanda perpecahan aliansi yang lebih dalam di masa depan?

Konflik ini menguji ketangguhan aliansi global dan menantang upaya diplomasi. Mampukah dunia menghentikan spiral kekerasan ini? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah menuju dialog harus segera dimulai.

(Orbit dari berbagai sumber, 23 Maret 2026)