Iran Selektif Buka Jalur Selat Hormuz: Dampak Global

ORBITINDONESIA.COM – Iran hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu melintasi Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran menutup jalur strategis ini akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Dengan penutupan ini, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia terancam terganggu, mempengaruhi perdagangan global secara signifikan. Iran, meski menutup akses, tetap memberikan izin selektif kepada negara-negara tertentu yang tidak berafiliasi dengan Washington.

Menurut analisis perusahaan intelijen maritim Windward, Iran telah membentuk blokade selektif untuk memungkinkan sekutu dan pendukungnya melintas. Negara-negara seperti India, Pakistan, dan Turki telah mendapat izin, sementara negara lain seperti China, Prancis, dan Italia tengah berusaha mendapatkan akses. Keputusan Iran ini menunjukkan upaya negara tersebut untuk mengontrol arus perdagangan di jalur vital tersebut sambil menjaga hubungan diplomatik dengan sekutunya.

Langkah Iran ini bisa dilihat sebagai strategi geopolitik untuk memperkuat aliansi regional sekaligus menekan lawan-lawan geopolitiknya. Dengan memberikan akses terbatas, Iran bisa menunjukkan kekuatannya sekaligus mempertahankan pengaruh di kawasan. Namun, kebijakan ini juga bisa memicu reaksi keras dari negara-negara yang merasa dirugikan akibat penutupan akses tersebut.

Penutupan dan pembukaan selektif Selat Hormuz oleh Iran mencerminkan kompleksitas dinamika internasional di kawasan tersebut. Jika ketegangan terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke pasar energi global dan stabilitas ekonomi dunia. Apakah diplomasi dapat menyelesaikan konflik ini, atau justru memperdalam jurang pemisah di antara negara-negara terlibat?

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)