Polemik Utang Sejarah Indonesia-Palestina: Fakta atau Hoaks?
ORBITINDONESIA.COM – Ketika Permadi Arya menyebut utang sejarah Indonesia kepada Palestina sebagai hoaks, ruang publik bergejolak. Pernyataan ini tidak hanya memicu debat sengit, tetapi juga menggugah memori kolektif tentang hubungan historis kedua bangsa.
Belakangan, pernyataan kontroversial kian sering muncul di ruang publik. Salah satunya adalah klaim Permadi Arya yang menyebut utang sejarah Indonesia kepada Palestina sebagai hoaks. Pernyataan ini menyulut perdebatan sengit dan memaksa kita untuk meninjau kembali akar hubungan historis kedua negara.
Dalam kajian komunikasi politik, upaya meruntuhkan simpati terhadap Palestina sering dikaitkan dengan strategi hasbara. Hasbara adalah strategi komunikasi yang dipakai untuk mengelola persepsi dan membingkai isu terkait Israel. Pola ini terlihat dalam upaya melemahkan solidaritas terhadap Palestina dengan mempertanyakan dasar sejarahnya.
Solidaritas Indonesia terhadap Palestina tidak muncul tiba-tiba. Dari dukungan Mufti Besar Palestina hingga peran Mohammad Ali Taher, hubungan ini berakar kuat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, menyebut hubungan ini sebagai hoaks tidak hanya merendahkan sejarah, tetapi juga mengabaikan memori kolektif bangsa.
Menggoyahkan memori sejarah seperti ini dapat mengancam solidaritas yang terbangun puluhan tahun. Sejarah membentuk cara bangsa memahami diri dan menentukan kepada siapa mereka merasa terikat. Dalam pertarungan narasi global, penting untuk menjaga ingatan ini sebagai dasar solidaritas yang lebih kuat di masa depan.
(Orbit dari berbagai sumber, 24 Maret 2026)