Budaya Kerja Uber: Antara Kesempatan dan Tuntutan Tinggi

ORBITINDONESIA.COM – Budaya kerja di Uber yang menuntut karyawan tetap terhubung bahkan di akhir pekan menimbulkan perdebatan tentang keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi.

Di tengah perdebatan mengenai keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menegaskan pentingnya responsivitas kerja meski di akhir pekan. Dalam podcast bersama Steven Bartlett, ia menjelaskan bahwa budaya kerja di Uber menuntut karyawan untuk siap bekerja keras dan tersedia di luar jam kantor standar.

Khosrowshahi, yang sebelumnya memimpin Expedia Group, mengakui bahwa kedua perusahaan memiliki budaya kerja yang intens, namun berbeda dalam pendekatannya terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan. Di Expedia, produk yang mereka jual adalah liburan, sehingga ada pembicaraan mengenai keseimbangan tersebut. Namun di Uber, standar tinggi dan lingkungan kerja yang cepat adalah prioritas.

Meskipun budaya kerja yang menuntut mungkin tidak cocok untuk semua orang, Khosrowshahi percaya bahwa lingkungan seperti ini menawarkan peluang besar bagi karyawan untuk mempengaruhi bisnis dan berkembang secara profesional. Ia menekankan pentingnya kerja keras yang juga diterapkan dalam kehidupannya sendiri dan dalam mendidik anak-anaknya.

Budaya kerja di Uber mungkin tidak cocok bagi mereka yang mencari kenyamanan, namun bagi yang siap dengan tantangan, peluang besar menanti. Dalam dunia yang terus berubah, pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana cara terbaik menyeimbangkan antara tuntutan tinggi dan fleksibilitas yang diinginkan?

(Orbit dari berbagai sumber, 31 Maret 2026)