Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak Global

ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman minyak global.

Perang di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz, telah mengganggu distribusi minyak secara global. Hal ini semakin diperburuk oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan aksi militer terhadap Iran, yang memicu kenaikan harga minyak lebih dari 13%.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik sekitar 10% ke level US$ 110,22 per barel, sementara Brent untuk kontrak Juni meningkat lebih dari 6% menjadi US$ 107,35 per barel. Meskipun ada upaya diplomasi antara AS dan Iran, ketegangan tetap tinggi dengan lalu lintas di Selat Hormuz yang hampir terhenti sejak perang dimulai.

Ketegangan ini menunjukkan betapa rapuhnya ketergantungan dunia pada sumber energi yang terpusat di wilayah konflik. Kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada ekonomi global tetapi juga memperlihatkan tantangan dalam mencari solusi jangka panjang untuk ketahanan energi.

Di tengah ketidakpastian geopolitik, dunia harus mengevaluasi kembali ketergantungan terhadap minyak Timur Tengah dan mencari alternatif energi berkelanjutan. Apakah krisis ini akan mendorong perubahan signifikan dalam kebijakan energi global?

(Orbit dari berbagai sumber, 4 April 2026)