Ketegangan di Selat Hormuz: Ancaman Terhadap Rantai Pasok Energi Dunia
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran global. Konflik antara Iran, AS, dan Israel ini berpotensi mengganggu jalur kritis distribusi minyak dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar dunia. Dengan 38% perdagangan minyak dunia melintas di sini, setiap ketidakstabilan berdampak signifikan pada perekonomian global.
Menurut laporan CRS AS, selat ini mengangkut sekitar 20 juta barel minyak per hari. Lebih dari 75% kapasitas produksi minyak mentah cadangan serta 11% kapasitas pengilangan dunia berpusat di kawasan ini. Ketergantungan ini menambah kerentanan jika terjadi konflik.
Konflik ini tidak hanya berpotensi menaikkan harga minyak, tetapi juga memicu krisis energi. Negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan ini harus bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan yang dapat mengguncang perekonomian mereka.
Ketegangan di Selat Hormuz mengingatkan kita akan pentingnya stabilitas geopolitik bagi keamanan energi dunia. Bagaimana kita bisa mengurangi risiko ini di masa depan? Kerjasama internasional dan diversifikasi sumber energi tampaknya menjadi jawaban yang perlu dipertimbangkan.
(Orbit dari berbagai sumber, 8 April 2026)