Rupiah Melemah: Dampak Gencatan Senjata AS-Iran dan Ekonomi Dalam Negeri

ORBITINDONESIA.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, mencerminkan ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mencapai puncaknya, serta pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump, mempengaruhi pasar mata uang dunia. Rupiah yang awalnya menguat terpaksa melemah, mencerminkan sentimen pasar yang rapuh.

Pada penutupan Rabu, rupiah menguat 0,92% ke Rp15.338 per dolar AS, sementara indeks dolar AS turun 0,71% ke 98,8. Namun, pada Kamis, rupiah melemah dan ditutup pada Rp17.087 per dolar AS. Ini dipicu oleh dinamika global dan pendapatan negara yang meningkat 10,5% yoy, namun belum cukup menstabilkan nilai tukar.

Pengamat menilai gencatan senjata AS-Iran sebagai langkah positif, namun pasar tetap waspada. Ketergantungan ekonomi global pada minyak dari Selat Hormus menambah kerentanan. Di sisi lain, kenaikan pendapatan negara menunjukkan potensi ekonomi Indonesia yang perlu dioptimalkan.

Pergerakan rupiah di tengah ketidakpastian politik global menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi yang tangguh. Pertanyaan yang muncul adalah: bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat fondasi ekonominya?