Krisis Selat Hormuz: Dampak Global dan Lonjakan Harga Minyak
ORBITINDONESIA.COM – Ketegangan antara AS dan Iran memuncak setelah gagalnya kesepakatan damai, menyebabkan harga minyak melonjak dan mengancam stabilitas ekonomi global.
Patrick De Haan dari GasBuddy mencatat bahwa kegagalan kesepakatan damai kemungkinan akan membuat harga minyak terus naik karena Selat Hormuz tetap di bawah kendali Iran. Tanpa kesepakatan dengan Iran, selat ini tetap menjadi titik krisis bagi perdagangan global.
Marko Kolanovic dari JPMorgan menyebut kesepakatan damai yang gagal sebagai faktor utama penurunan harga minyak sebelumnya. Kini, dengan terungkapnya kenyataan, harga minyak dan saham diperkirakan akan kembali naik. Charu Chanana dari Saxo Markets mengungkapkan bahwa tanpa kesepakatan, pasar akan kehilangan momentum pemulihan dan Selat Hormuz tetap menjadi risiko kritis.
Ron Insana, mantan eksekutif hedge fund, menyatakan bahwa blokade AS dapat mempengaruhi pasar saham dan harga minyak. Shay Boloor dari Futurum Equities menambahkan bahwa blokade ini secara langsung meningkatkan risiko eskalasi lebih luas dalam aliran minyak global. Don Johnson dari Macro Edge Advisory Group menyebutnya sebagai kejutan pasokan terbesar.
Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz ini mengingatkan kita akan rapuhnya jaringan pasokan energi global. Pertanyaannya kini, apakah dunia siap menghadapi gangguan yang lebih besar, atau adakah peluang untuk menghindari konflik lebih lanjut? (Orbit dari berbagai sumber, 15 April 2026)