Pertemuan Internasional Bahas Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah ketegangan geopolitik, sekitar 40 negara bertemu untuk memastikan kelancaran navigasi di Selat Hormuz, jalur vital bagi minyak dan gas dunia.
Selat Hormuz menjadi pusat perhatian global setelah Iran menutupnya akibat serangan dari AS dan Israel. Penutupan ini memicu lonjakan harga minyak, mengingat selat ini mengelola 20% lalu lintas minyak dunia. Blokade AS menyusul kegagalan negosiasi damai dengan Iran, memicu reaksi keras dari berbagai negara.
Prancis dan Inggris memimpin pertemuan untuk menjamin kebebasan navigasi. Pertemuan ini juga membahas dampak ekonomi terhadap industri pelayaran dan keselamatan ribuan pelaut. Meski AS dan Iran tidak terlibat dalam diskusi, Eropa menegaskan pentingnya koordinasi dengan kedua negara untuk solusi jangka panjang.
Ketegangan di Selat Hormuz menggarisbawahi kerentanan rantai pasokan energi global. Sementara AS mencari dukungan untuk memperketat tekanan terhadap Iran, Eropa lebih memilih pendekatan diplomatik. Keputusan untuk tidak melibatkan AS dan Iran dalam pertemuan ini mengisyaratkan pesan kuat tentang perlunya solusi damai dan kolaboratif.
Pertemuan ini mungkin hanya langkah awal menuju stabilitas di kawasan. Namun, apakah pendekatan multilateral dapat mengatasi ketegangan yang memanas? Dunia menantikan hasil nyata dari diplomasi yang diharapkan membawa angin perubahan di Selat Hormuz.
(Orbit dari berbagai sumber, 19 April 2026)