Tren Bersepeda di Lombok: Antara Prestise dan Tantangan Infrastruktur

ORBITINDONESIA.COM – Udara pagi di Mataram masih lembap ketika deru roda sepeda mulai terdengar di Jalan Udayana. Fenomena gowes di Lombok mencerminkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat urban menikmati hari.

Bersepeda kini lebih dari sekadar olahraga, telah menjadi simbol identitas sosial warga Lombok. Namun, infrastruktur yang terbatas menjadi tantangan utama bagi pesepeda di Mataram.

Dr. Muhammad Mujahid Dakwah menyatakan bahwa tren gowes menggabungkan kesehatan, jejaring sosial, dan prestise. Media sosial berperan penting dalam mempromosikan gaya hidup ini, meski jalur sepeda masih terbatas. Sosiolog Dr. Dwi Setiawan Chaniago melihat tren bersepeda sebagai bagian dari transformasi sosial pariwisata di Lombok.

Diperlukan konektivitas lebih baik agar Lombok menjadi kota ramah pesepeda. Kampanye gowes sebagai mobilitas hijau perlu terus digalakkan. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, Lombok dapat menjadi surga bagi pesepeda.

Tren bersepeda di Lombok membawa kita ke masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Apakah kita siap mendukung transformasi ini untuk kebaikan bersama? (Orbit dari berbagai sumber, 23 April 2026)