Transformasi ETF: Mengapa Pasif dan Smart Beta Lebih Unggul?
ORBITINDONESIA.COM – Di tengah maraknya peluncuran ETF aktif, Betashares menegaskan bahwa kinerja buruk mereka justru memperkuat argumen untuk strategi pasif dan smart beta.
ETF semakin populer berkat kebutuhan diversifikasi dan efisiensi, namun kesuksesan lebih banyak dialami oleh dana pasif. Meski begitu, laporan EY 2025 menunjukkan semua penyedia baru di pasar Australia adalah manajer aktif.
Betashares menemukan 74% dana ekuitas Australia dan 70% dana ekuitas global aktif gagal mengalahkan tolok ukur mereka di tahun 2025. Selama 15 tahun terakhir, 60-95% dana aktif dilaporkan underperform di berbagai kategori. Ini memicu perdebatan mengenai biaya ETF aktif yang lebih tinggi dan upaya mereka untuk menurunkan biaya bisa menjadi bumerang.
Hugh Lam dari Betashares menyoroti bahwa banyak yang dianggap keterampilan dalam manajemen aktif sebenarnya dapat dijelaskan oleh eksposur terhadap saham dengan karakteristik umum. Smart beta menawarkan cara yang lebih efisien untuk mengakses penggerak pengembalian ini tanpa biaya tinggi.
ETF kini menghadapi dikotomi antara aktif dan pasif serta smart beta. Meski manajemen aktif tetap penting di pasar privat, kegagalan mereka untuk mengungguli tolok ukur menjadi perhatian. Apakah ini pertanda bahwa masa depan investasi lebih cerah untuk strategi pasif dan smart beta?
(Orbit dari berbagai sumber, 26 April 2026)