GE di Bawah Larry Culp: Kebangkitan atau Keruntuhan?

ORBITINDONESIA.COM – Ketika Larry Culp mengambil alih kemudi General Electric pada tahun 2018, ia menghadapi krisis yang tampak sudah di ambang kehancuran.

General Electric, yang pernah menjadi perusahaan paling berharga di dunia, mengalami penurunan drastis dalam kapitalisasi pasar dan nilai sahamnya. Pada tahun 2018, utang perusahaan jauh melampaui nilai pasarnya, dan peringkat kreditnya hampir jatuh ke status junk, menandakan kesulitan finansial yang serius.

Larry Culp sebagai CEO dari luar pertama dalam sejarah GE, ditugaskan untuk memulihkan perusahaan dari kehancuran. Fokusnya adalah mengurangi utang, menyederhanakan struktur perusahaan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Meskipun menghadapi tantangan besar, beberapa analis percaya bahwa kebijakan restrukturisasi Culp dapat membalikkan keadaan.

Berbagai pihak menilai langkah Culp dengan skeptis, mengingat skala masalah yang dihadapi GE. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kepemimpinan dari luar adalah yang dibutuhkan untuk memecahkan pola lama yang telah membawa perusahaan ke titik nadir ini.

Kisah GE di bawah Larry Culp menjadi refleksi tentang pentingnya kepemimpinan yang adaptif di tengah krisis. Apakah langkah-langkah yang diambil akan cukup untuk menghidupkan kembali raksasa industri ini, atau akankah ini menjadi catatan terakhir dari kisah panjang GE? (Orbit dari berbagai sumber, 30 April 2026)