Prediksi Mengejutkan: Alam Semesta Hanya Bertahan 33 Miliar Tahun Lagi
ORBITINDONESIA.COM – Para ilmuwan kini menghadapi kemungkinan yang mengejutkan bahwa alam semesta hanya memiliki waktu 33 miliar tahun sebelum mengalami kehancuran total.
Selama ini, diasumsikan bahwa alam semesta akan bertahan selama triliunan tahun. Namun, penelitian baru menunjukkan usia kosmos yang jauh lebih singkat. Proses ini disebut 'Big Crunch', di mana ekspansi berbalik arah, menyebabkan semua materi dan ruang-waktu runtuh kembali ke kondisi padat seperti saat Big Bang.
Penelitian ini berakar dari upaya untuk memetakan kosmos, terutama energi gelap yang mempercepat pemisahan alam semesta. Data dari Dark Energy Survey (DES) dan Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) memetakan ratusan juta galaksi untuk meneliti ekspansi ini. Temuan ini menyatakan bahwa persamaan keadaan energi gelap tidak hanya angka statis, tetapi pengaruhnya berubah seiring waktu.
Model energi gelap axion (aDE) mengusulkan kombinasi medan axion dan konstanta kosmologis yang memengaruhi ekspansi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ini dapat menarik kembali alam semesta menuju Big Crunch. Meski demikian, model ini memerlukan lebih banyak data untuk diuji secara rigor.
Penemuan ini membawa kita ke wilayah baru pemahaman kosmos. Meskipun bukti ini memaksa kita mempertimbangkan kembali asumsi sebelumnya, ilmu pengetahuan selalu menghadirkan tantangan baru. Seiring dengan pengumpulan data yang berkelanjutan, kita menenun cerita besar tentang alam semesta—namun, cerita itu mungkin berakhir lebih cepat dari yang kita duga.
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Mei 2026)