ECB Tahan Suku Bunga Meski Inflasi Melonjak, Apa Selanjutnya?

ORBITINDONESIA.COM – Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menahan suku bunga di tengah lonjakan inflasi akibat perang di Iran mengejutkan banyak pihak. Sementara inflasi terus melonjak, ECB tetap mempertahankan suku bunga deposit fasilitas pada 2%.

ECB menyatakan bahwa risiko kenaikan inflasi dan penurunan pertumbuhan ekonomi telah meningkat. Perang di Timur Tengah memicu kenaikan harga energi, yang berdampak pada inflasi dan sentimen ekonomi di zona euro. Dampak perang terhadap inflasi jangka menengah dan aktivitas ekonomi bergantung pada intensitas dan durasi kenaikan harga energi serta skala efek tidak langsungnya.

ECB memilih pendekatan kebijakan moneter yang bergantung pada data dan rapat per rapat, tanpa berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu. Setelah keputusan tersebut, euro menguat hampir 0.2% terhadap dolar. Data terbaru menunjukkan inflasi zona euro mencapai 3% pada April, sementara pertumbuhan ekonomi melambat dengan peningkatan hanya 0.1% pada kuartal pertama.

Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan bahwa permintaan domestik masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, didukung oleh pasar tenaga kerja yang tangguh. Namun, ketidakpastian ekonomi tinggi dan tergantung pada durasi perang di Timur Tengah serta dampaknya terhadap pasar energi dan rantai pasokan global. Beberapa ekonom memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan ECB bulan Juni.

Keputusan ECB untuk menahan suku bunga mencerminkan sikap hati-hati di tengah ketidakpastian global. Apakah ECB akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni atau tetap bertahan? Langkah berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi dan pasar tenaga kerja yang akan datang. (Orbit dari berbagai sumber, 3 Mei 2026)