Hamas Kutuk Penyiksaan Israel Terhadap Tahanan Perempuan di Penjara Damon, Serukan Tindakan Internasional
ORBITINDONESIA.COM - Hamas mengutuk peningkatan penindasan dan penyiksaan Israel terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon, menyebut praktik tersebut sebagai "kejahatan perang" dan mendesak intervensi internasional segera.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 4 Mei 2026, kelompok tersebut mengutip kesaksian yang menunjukkan bahwa tahanan perempuan dipaksa untuk berbaring telungkup, diborgol di belakang punggung mereka, dan dikenai pemukulan, tendangan, dan bentuk penyiksaan lainnya. Dikatakan juga bahwa para tahanan telah ditempatkan di sel isolasi.
Hamas mengatakan praktik-praktik tersebut mencerminkan pengabaian Israel terhadap standar kemanusiaan dan moral, dan menyerukan pertanggungjawaban para pejabat Israel, serta upaya mendesak untuk melindungi para tahanan.
Kelompok tersebut mendesak faksi-faksi Palestina, organisasi hak asasi manusia, dan kelompok masyarakat sipil untuk meningkatkan upaya dalam mendukung para tahanan dan mengadvokasi pembebasan mereka.
Sebelumnya, Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melaporkan bahwa tahanan perempuan di Penjara Damon telah menghadapi penindakan berulang—lebih dari 10 kali dalam sebulan terakhir—yang disertai pemukulan, pelecehan, dan penggunaan gas air mata.
Laporan-laporan tersebut menambah kekhawatiran yang terus diangkat oleh organisasi-organisasi Palestina mengenai kondisi penahanan dan perlakuan terhadap tahanan.***