Hipotesis Baru: Badai Matahari Sebabkan Gempa Bumi?
ORBITINDONESIA.COM – Ilmuwan Kyoto University mengungkap hipotesis mengejutkan: badai Matahari bisa memicu gempa bumi.
Riset ini dipublikasikan di jurnal International Journal of Plasma Environmental Science and Technology pada Februari 2026. Studi ini mengaitkan gangguan ionosfer akibat badai Matahari dengan aktivitas seismik di Bumi.
Dalam model teoritis, gangguan ionosfer dapat menciptakan medan listrik yang menembus kerak Bumi. Medan ini memengaruhi patahan geologi yang sudah kritis. Mekanisme ini dimulai dari aktivitas suar Matahari yang meningkatkan kepadatan elektron di ionosfer.
Para peneliti menyatakan bahwa badai Matahari tidak secara langsung menyebabkan gempa bumi. Namun, hubungan dua arah antara ionosfer dan kerak Bumi membuka perspektif baru dalam memahami interaksi cuaca luar angkasa dan aktivitas seismik.
Penelitian ini menambah wawasan dalam memprediksi gempa bumi dan memahami fenomena ionosfer. Meski belum ada bukti sebab-akibat langsung, model ini menawarkan pendekatan inovatif yang layak untuk ditelusuri lebih lanjut.
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Mei 2026)