Inovasi Laser Guide Star: Revolusi Pengamatan Astronomi

ORBITINDONESIA.COM – Sejak 2020, European Southern Observatory (ESO) mengoperasikan sistem laser canggih yang membuka babak baru dalam eksplorasi alam semesta.

Teknologi Laser Guide Star (LGS) dirancang untuk mengatasi turbulensi atmosfer yang mengaburkan citra teleskop berbasis darat, memungkinkan pengamatan sejelas teleskop luar angkasa.

ESO menguji LGS di Kepulauan Canary, menggunakan laser kuning 20 watt untuk mengeksitasi atom natrium di mesosfer, menghasilkan bintang buatan sebagai titik referensi optik adaptif.

Metode frequency chirping yang diterapkan, menyesuaikan frekuensi laser untuk memaksimalkan interaksi dengan atom natrium, berpotensi meningkatkan kecerahan LGS secara signifikan.

Pengembangan ini menandai langkah maju bagi astronomi, mengundang refleksi tentang sejauh mana teknologi dapat memperluas cakrawala pengetahuan manusia.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Mei 2026)