Rp4,46 Miliar Digelontorkan! Bank Sumut Perkuat Armada Bencana untuk Selamatkan Warga di Daerah Terisolasi

ORBITINDONESIA.COM — Ketika bencana datang, waktu sering kali menjadi penentu antara keselamatan dan kehilangan. Jalan yang terputus, banjir yang merendam permukiman, hingga akses yang sulit dijangkau kerap membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lambat.

Di Sumatera Utara, kondisi itu bukan sekadar kemungkinan, tetapi kenyataan yang kerap dihadapi saat bencana melanda berbagai daerah.

Karena itu, penguatan kesiapsiagaan menjadi hal penting.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, Bank Sumut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penanggulangan bencana senilai Rp4,46 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara (BPBD Sumut).

Penyerahan bantuan dilakukan di Medan pada Rabu (13/5/2026), sebagai bagian dari Program Kemitraan Pilar Sosial Bank Sumut yang difokuskan untuk memperkuat respons kebencanaan di berbagai wilayah.

Namun bantuan ini bukan sekadar simbolis.

Deretan armada dan perlengkapan yang diserahkan memang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Mulai dari lima unit perahu karet, mesin perahu, perahu rafting, perahu hypalon berkapasitas 10 orang, hingga kendaraan logistik seperti mobil pick up dan truk enam roda.

Selain itu, tersedia pula tenda pleton, jet shooter, dan velbed yang nantinya digunakan untuk mendukung operasional posko darurat dan pelayanan korban bencana.

Pemimpin Unit CSR Bank Sumut, Rizaldi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi maupun distribusi logistik saat kondisi darurat terjadi.

Menurutnya, armada seperti kendaraan logistik dan perahu evakuasi sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah terdampak yang akses jalannya rusak atau sulit dilalui.

“Bank Sumut ingin ikut berkontribusi dalam mendukung kesiapsiagaan penanganan bencana di Sumatera Utara. Kami berharap bantuan ini bisa membantu petugas bergerak lebih cepat saat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD Sumut menyebut tambahan armada tersebut akan memperkuat layanan kebencanaan mereka di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengungkapkan bahwa salah satu kendaraan bantuan bahkan sudah digunakan dalam proses pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah.

Menurutnya, kualitas bantuan yang diberikan sangat mendukung operasional kebencanaan di Sumatera Utara, terutama untuk menjangkau daerah-daerah dengan kondisi ekstrem saat bencana terjadi.

Di provinsi dengan kondisi geografis yang beragam seperti Sumatera Utara, tantangan penanganan bencana memang tidak sederhana.

Mulai dari banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur sering membuat masyarakat di wilayah terdampak sulit dijangkau dalam waktu cepat.

Karena itu, keberadaan armada evakuasi dan kendaraan distribusi logistik menjadi sangat krusial.

Bukan hanya untuk mengangkut bantuan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pertolongan di saat paling genting.

Melalui langkah ini, Bank Sumut mencoba menunjukkan bahwa peran dunia usaha tidak berhenti pada aktivitas bisnis semata.

Tetapi juga hadir sebagai bagian dari kekuatan sosial yang membantu masyarakat bertahan ketika bencana datang tanpa peringatan.***