PBB Kecam Keras Keputusan Israel Mendirikan Pangkalan Militer di Kompleks UNRWA di Yerusalem Timur
ORBITINDONESIA.COM - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Rabu, 20 Mei 2026 mengecam keras keputusan Israel untuk mendirikan fasilitas militer di kompleks Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima," lapor Anadolu.
“Sekretaris Jenderal mengutuk dengan sekeras-kerasnya keputusan otoritas Israel untuk mendirikan fasilitas militer di kompleks UNRWA Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang telah mereka rebut pada bulan Januari,” kata juru bicaranya Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.
Menekankan bahwa UNRWA adalah “bagian integral dari Perserikatan Bangsa-Bangsa,” pernyataan itu mencatat bahwa kompleks Sheikh Jarrah “tetap merupakan wilayah Perserikatan Bangsa-Bangsa,” menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan “pelanggaran terhadap kekebalan wilayah Perserikatan Bangsa-Bangsa” dan merusak mandat badan tersebut di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
“Sekretaris Jenderal memandang tindakan eskalasi yang terus berlanjut terhadap UNRWA sebagai hal yang sama sekali tidak dapat diterima,” demikian pernyataan tersebut, menambahkan bahwa ia “sangat menyesalkan bahwa otoritas Israel terus mengambil langkah-langkah yang melanggar kewajiban mereka terkait hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Pernyataan tersebut selanjutnya menyatakan bahwa, sebagaimana ditegaskan oleh Mahkamah Internasional, tindakan tersebut “melanggar hukum” dan mengatakan Israel harus mengakhiri kehadirannya di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, “secepat mungkin.”
Dujarric juga mengatakan bahwa Guterres mendesak Israel untuk mencabut keputusannya dan segera mengembalikan kompleks UNRWA Sheikh Jarrah kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa.***