International Self-Care Day 24 Juli: Self-Care dan Kesehatan Mental

anambrastate.gov.ng

anambrastate.gov.ng

Wellness

ORBITINDONESIA.COM – International Self-Care Day setiap 24 Juli mengingatkan publik bahwa self-care bukan tren, melainkan disiplin harian untuk kesehatan mental dan kesehatan fisik. Di tengah burnout kerja dan banjir informasi, peringatan ini menantang kita menata ulang kebiasaan kecil yang menentukan kualitas hidup.

Tanggal 24/7 dipilih sebagai simbol self-care 24 jam sehari, 7 hari seminggu, seperti ditekankan dalam artikel Florence Okpeti tentang pentingnya tanggung jawab personal atas kesehatan. Pesannya sederhana, tetapi sering kalah oleh budaya serba cepat yang memuja produktivitas dan menormalisasi kelelahan.

Di banyak kota besar, jam kerja panjang, kemacetan, dan tekanan ekonomi membuat orang menunda tidur, makan tak teratur, serta jarang bergerak. Self-care lalu disempitkan menjadi belanja, liburan, atau perawatan kulit, padahal inti utamanya adalah menjaga fungsi tubuh dan pikiran tetap stabil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan self-care sebagai kemampuan individu, keluarga, dan komunitas untuk mempromosikan kesehatan, mencegah penyakit, serta mengatasi kondisi sakit dengan atau tanpa dukungan tenaga kesehatan. Definisi ini menempatkan self-care sebagai bagian dari sistem kesehatan, bukan sekadar gaya hidup.

Data WHO juga menunjukkan bahwa penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker menyumbang mayoritas kematian global, dan banyak faktor risikonya terkait kebiasaan harian. Karena itu, self-care yang paling berdampak sering justru yang paling “membosankan”: tidur cukup, pola makan seimbang, aktivitas fisik, dan kontrol stres.

Dalam konteks kesehatan mental, WHO memperkirakan ratusan juta orang hidup dengan gangguan kecemasan dan depresi, sementara stigma membuat banyak kasus tak tertangani. Self-care tidak menggantikan terapi, tetapi dapat menjadi pagar pertama yang mencegah stres kronis berubah menjadi krisis.

Tren digital menambah lapisan masalah baru, yaitu kelelahan atensi akibat notifikasi tanpa henti. Di sini, self-care berbentuk batas yang tegas: jam hening gawai, kurasi informasi, dan keberanian berkata “cukup” pada arus konten yang memicu cemas.

Namun ada paradoks yang jarang dibahas, yakni komersialisasi self-care yang mendorong konsumsi, bukan pemulihan. Ketika self-care dipasarkan sebagai kemewahan, orang dengan akses terbatas merasa gagal, padahal self-care paling dasar sering gratis dan bisa dimulai hari ini.

Peringatan International Self-Care Day seharusnya dibaca sebagai kritik halus terhadap budaya kerja yang memeras energi manusia lalu menyuruhnya “healing” sendirian. Self-care memang tanggung jawab personal, tetapi tidak adil jika dipakai untuk menutupi masalah struktural seperti beban kerja berlebih dan minimnya dukungan kesehatan.

Kita perlu membedakan self-care yang memulihkan dengan self-care yang melarikan diri. Memulihkan berarti membangun rutinitas berkelanjutan, sedangkan melarikan diri sering hanya memindahkan lelah ke hari berikutnya.

Ukuran keberhasilan self-care bukan seberapa estetik unggahan, melainkan seberapa stabil emosi, seberapa terjaga energi, dan seberapa sehat relasi dengan orang sekitar. Pada titik ini, self-care juga berarti berani meminta bantuan profesional ketika tanda bahaya muncul.

Jika 24/7 adalah simbol, maka pertanyaannya menjadi praktis: kebiasaan apa yang kita lakukan setiap hari tanpa sadar merusak tubuh, dan kebiasaan kecil apa yang bisa menggantikannya. Menukar 30 menit scrolling larut malam dengan tidur lebih awal sering lebih revolusioner daripada resolusi besar yang cepat runtuh.

International Self-Care Day mengingatkan bahwa kesehatan dibangun dari keputusan kecil yang diulang, bukan dari satu momen perubahan dramatis. Self-care yang matang adalah kombinasi antara disiplin pribadi, literasi kesehatan, dan lingkungan yang tidak menghukum manusia karena butuh istirahat.

Pada akhirnya, self-care adalah bentuk tanggung jawab sekaligus penghormatan terhadap hidup sendiri. Jika kita benar-benar percaya self-care 24/7, kebiasaan apa yang akan Anda jaga mulai malam ini, agar esok tidak lagi dibayar dengan kelelahan yang sama?

(Orbit dari berbagai sumber, 5 Oktober 2026)