Update Windows 11 26H2 Hemat RAM, 8GB Tetap Berat?

Wccftech

Wccftech

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Update Windows 11 26H2 mulai digulirkan global dan disebut bisa menurunkan penggunaan RAM hingga 2GB. Namun, penghematan RAM Windows 11 26H2 itu terlihat paling nyata di PC dengan RAM besar, sementara pengguna RAM 8GB justru melaporkan nyaris tak ada perubahan.

Dalam laporan pengguna di Reddit, akun “shutter_singh” menunjukkan penggunaan memori turun sekitar 2GB setelah memasang Windows 11 versi 26H2. Catatannya, PC yang dipakai memiliki 48GB RAM, sehingga penurunan itu lebih terasa sebagai optimasi kosmetik ketimbang penyelamat performa.

Di sisi lain, Redditor “HenryDaGodzilla” mengaku tidak melihat perubahan setelah pembaruan 26H2 pada perangkat 8GB RAM. Ia menyebut konsumsi memori mencapai 96 persen atau sekitar 7,4GB, angka yang membuat sistem mudah tersendat ketika multitasking.

Dari platform X, akun @SoyITPro juga mencatat penurunan konsumsi RAM dari 9,1GB menjadi 7,5GB setelah update yang sama. Tetapi tangkapan Task Manager yang dibagikan menunjukkan perangkatnya memakai 32GB RAM, kembali menguatkan pola bahwa RAM besar lebih “diuntungkan”.

Terjemahan inti artikel sumbernya sederhana: Windows 11 26H2 memang bisa mengurangi penggunaan RAM, tetapi efeknya cenderung muncul pada konfigurasi di atas standar. Ini menimbulkan pertanyaan publik yang paling sering dicari: “apakah Windows 11 26H2 lebih ringan untuk RAM 8GB?”

Secara praktis, pengurangan 2GB pada mesin 48GB atau 32GB bukanlah titik balik pengalaman pengguna. Pada kelas itu, ruang napas memori masih luas, sehingga yang berubah lebih banyak angka di Task Manager daripada rasa responsif di layar.

Masalahnya berbeda total untuk kelas 8GB, yang masih sangat umum di laptop kerja dan perangkat pelajar. Ketika pemakaian RAM sudah menempel di 90 persen lebih, sistem biasanya bergantung pada paging ke SSD, dan itu sering terasa sebagai lag, stutter, atau aplikasi yang mendadak “not responding”.

Klaim “Windows lebih efisien” menjadi timpang bila hanya terbukti pada perangkat berotot. Publik butuh efisiensi yang menyasar mayoritas, bukan optimasi yang terlihat bagus di grafik tetapi minim dampak pada perangkat yang paling rentan.

Data yang muncul di artikel ini memang bersifat anekdotal, tetapi tetap relevan karena datang dari perilaku nyata di lapangan. Kutipan pengguna “shutter_singh” dan “HenryDaGodzilla” di Reddit, serta @SoyITPro di X, menegaskan adanya kesenjangan hasil berdasarkan kapasitas RAM.

Jika Microsoft ingin narasi Windows 11 makin ringan menjadi kredibel, tolok ukurnya harus bergeser ke perangkat 8GB. Ukuran keberhasilan bukan “bisa hemat 2GB”, melainkan “tetap lancar dipakai Zoom, browser puluhan tab, dan aplikasi kantor tanpa tersendat”.

Windows 11 26H2 seperti memberi pesan yang tidak sengaja: pengalaman terbaik masih untuk mereka yang mampu membeli spesifikasi lebih tinggi. Ini bukan sekadar isu teknis, melainkan isu akses, karena jutaan pengguna di negara berkembang hidup di kelas 8GB dan tidak bisa upgrade sesuka hati.

Microsoft tampak berada di jalur yang benar dalam hal optimasi, tetapi prioritasnya terasa kurang tajam. Menghemat RAM di perangkat 32GB ke atas itu baik, namun yang lebih mendesak adalah menurunkan baseline konsumsi sistem agar 8GB tidak selalu berada di ambang krisis memori.

Di titik ini, publik berhak skeptis terhadap janji “lebih efisien” jika hasilnya tidak merata. Optimasi yang adil adalah optimasi yang membuat perangkat pas-pasan tetap bermartabat, bukan hanya membuat perangkat premium semakin nyaman.

Pembaruan Windows 11 26H2 membuka harapan sekaligus memperlihatkan jurang: penghematan RAM terlihat pada perangkat berkapasitas besar, tetapi pengguna 8GB masih berjuang. Jika tren ini bertahan, Windows 11 berisiko makin identik sebagai OS yang “minta RAM lebih”.

Pertanyaannya kini bukan apakah Windows 11 bisa dioptimalkan, melainkan untuk siapa optimasi itu diprioritaskan. Ketika sebuah sistem operasi menyentuh miliaran pengguna, ukuran keberhasilannya adalah kenyamanan mayoritas, terutama mereka yang berada di batas spesifikasi. (Orbit dari berbagai sumber, 2 Oktober 2026)