“Pembicaraan Intensif” dengan Delegasi Tingkat Tinggi Iran di Doha Masih Berlangsung
ORBITINDONESIA.COM - Pembicaraan intensif yang dimulai di Qatar pagi ini mengenai rincian kesepakatan untuk mengakhiri konflik regional masih berlanjut, kata sebuah sumber diplomatik kepada CNN.
Sebuah delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati tiba di Doha pada Senin pagi untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan Selat Hormuz dan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran, kata sumber tersebut.
Di antara topik yang dibahas adalah dana Iran yang dibekukan, yang dibahas dalam nota kesepahaman yang saat ini sedang dinegosiasikan antara Washington dan Teheran dan akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir apa pun, kata diplomat itu sebelumnya.
Negosiasi telah berlangsung antara mediator Qatar dan delegasi Iran dalam koordinasi dengan Amerika Serikat, kata sumber tersebut.
Sementara itu, Mohammad Bagher Zolghadr, pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru diangkat, menunjukkan sikap garis kerasnya dalam pesan pertamanya kepada rakyat Iran, bersumpah bahwa "tidak akan ada mundur" dalam perjuangan Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Bidang militer, bidang diplomatik, dan rakyat yang turun ke jalan telah menunjukkan hal ini melalui perlawanan berani mereka dan membuat musuh bertekuk lutut," katanya, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
Zolghadr, seorang operator rezim veteran, diangkat sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional pada bulan Maret untuk menggantikan Ali Larijani, yang tewas dalam serangan Israel. Sebelumnya, ia adalah wakil komandan Korps Garda Revolusi Islam, dan pengangkatannya setelah kematian Larijani menunjukkan pengaruh kelompok tersebut yang semakin meluas di Iran sejak perang dimulai.
Ia menyerukan "persatuan dan kohesi" di antara rakyat Iran, dengan mengatakan bahwa hal itu sendiri "adalah medan pertempuran lain dalam perjuangan."
“Upaya bersama untuk mencegah segala bentuk ucapan atau tindakan yang memecah belah akan membawa Iran tercinta menuju kemenangan akhir, insya Allah,” tambahnya.***