Trump Accounts 530A: Proyeksi Kekayaan Anak Dipertanyakan
ORBITINDONESIA.COM – Trump Accounts 530A digadang-gadang jadi jalan baru “membangun kekayaan anak” di Amerika, dengan dana awal $1.000 dari pemerintah untuk bayi kelahiran 2025–2028. Namun riset Morningstar menilai proyeksi di TrumpAccounts.gov terlalu optimistis, karena dunia nyata dipenuhi risiko “leakage” atau penarikan dana sebelum waktunya.
Lebih dari 6 juta keluarga disebut sudah mendaftarkan anak ke Trump Accounts, yang resmi meluncur 4 Juli. Rekening ini terbuka untuk anak di bawah 18 tahun yang punya Social Security number, dengan skema kontribusi tambahan dari keluarga, pemberi kerja, dan beberapa perusahaan.
Di situs resminya, angka proyeksi dibuat memikat, karena $1.000 disebut bisa menjadi $243.000 pada usia 55 tanpa kontribusi lain. Narasi ini memperkuat pesan politik bahwa program dapat menjangkau semua kelas pendapatan, seolah pertumbuhan pasar akan mengangkat semua perahu.
Masalahnya, proyeksi semacam itu sering mengabaikan perilaku manusia dan tekanan ekonomi rumah tangga. Morningstar, lewat perhitungan eksklusif untuk CNBC, mencoba memasukkan variabel yang jarang dibahas: volatilitas imbal hasil, perbedaan pendapatan, dan kecenderungan menarik uang.
Morningstar memodelkan imbal hasil berbasis capital market assumptions untuk saham perusahaan besar, dikurangi biaya pengelolaan 0,10% per tahun. Rentang hasilnya lebar, dari 2,17% annualized return di skenario persentil ke-10 pada usia 18, hingga 10,29% di persentil ke-90 pada usia 55.
Rata-rata aritmetika imbal hasil studi itu 9,17%, tetapi hasil akhir bukan sekadar soal return. Morningstar menekankan bahwa kontribusi rutin dan disiplin menahan dana jauh lebih menentukan dibanding “seed money” yang sifatnya sekali.
Jika hanya mengandalkan $1.000 awal, saldo rata-rata pada usia 18 diproyeksikan sekitar $3.324. Dengan kontribusi $250 per tahun, angka rata-rata melonjak menjadi $15.154, dan pada kontribusi $2.500 per tahun bisa mencapai $121.632.
Perbedaan paling mencolok muncul pada usia 55, saat proyeksi situs resmi menyebut $243.000 dari $1.000 awal. Morningstar justru memperkirakan rata-rata hanya sekitar $38.000, karena ketidakpastian return dan perilaku penarikan menggerus efek compounding.
Untuk memotret perilaku nyata, Morningstar memakai data rekening pensiun Vanguard guna memetakan peluang “liquidation” saat pemilik mengambil alih pada usia 18 dan potensi penarikan lagi pada usia 30. Dana bisa dipakai untuk kuliah, rumah, mobil, atau sekadar bertahan hidup, dan itulah yang disebut “leakage.”
Spencer Look dari Morningstar menyimpulkan inti masalahnya: “Intuitively, long-term wealth accumulation is driven primarily by ongoing contributions from families and employers.” Artinya, program ini lebih mirip wadah, bukan mesin ajaib, dan wadah itu hanya penuh bila ada pihak yang terus mengisi.
Di sinilah ketimpangan bekerja halus namun keras, karena keluarga berpendapatan tinggi lebih mampu menyetor dan lebih kecil peluangnya menarik dana. Sementara keluarga berpendapatan rendah dan menengah justru lebih mungkin menguras rekening, sering kali untuk alasan yang sepenuhnya rasional.
Morningstar bahkan menemukan skenario di mana saldo pada usia 27 dan 55 bisa menjadi $0, bukan karena pasar ambruk. Penyebabnya adalah penarikan total oleh pemilik, yang dalam simulasi lebih mungkin terjadi pada kelompok berpendapatan rendah dengan return lebih rendah.
Contoh ekstremnya terlihat pada skema kontribusi $1.000 per tahun, yang rata-rata bisa menghasilkan hampir $850.000 pada usia 55. Namun pada 25% skenario terbawah, saldo tetap $0, karena dana habis dipakai untuk kebutuhan hidup dan target “dewasa” yang mendesak.
Trump Accounts 530A bisa menjadi alat akumulasi aset, tetapi hanya bagi mereka yang mampu memperlakukan uang itu sebagai “uang masa depan” dan bukan “uang darurat.” Dalam ekonomi yang biaya sewa, kesehatan, dan pendidikan terus naik, ajakan menahan dana puluhan tahun terdengar seperti nasihat dari ruang yang kedap krisis.
Di titik ini, proyeksi $243.000 berfungsi lebih sebagai iklan psikologis daripada edukasi finansial. Angka besar memudahkan publik percaya pada “keajaiban compounding,” tetapi menutupi fakta bahwa compounding membutuhkan dua hal yang langka: waktu panjang dan kemampuan tidak menyentuh uang.
Pemerintah berargumen program tetap memberi “head start” bagi generasi baru, dan juru bicara Gedung Putih Kush Desai mengatakan kepada CNBC, “No one is doubting that these are powerful tools to help everyday Americans save for retirement.” Pernyataan itu benar secara konsep, namun tidak menjawab pertanyaan paling penting: siapa “everyday Americans” yang benar-benar sanggup menunggu sampai usia 55.
Doug Boneparth, perencana keuangan bersertifikat, mengingatkan bahwa saldo $50.000 di usia 18 terasa seperti harta karun. Ia menyarankan narasi yang menekan biaya kesempatan: “If you spend it, you’re not spending $50,000, you’re spending half a million dollars.”
Masalahnya, moral story semacam itu tidak selalu menang melawan kebutuhan riil, seperti biaya kuliah atau tagihan kesehatan. Jika program ingin adil, diskusi publik semestinya bergeser dari “berapa besar proyeksi” menjadi “bagaimana mencegah kebocoran tanpa menghukum yang miskin.”
Tanpa desain yang meminimalkan leakage, Trump Accounts berpotensi memperlebar jurang, karena kelompok kaya memanen compounding, sementara kelompok rentan memanen likuiditas sesaat. Dalam bahasa sederhana, rekening yang sama bisa menjadi mesin kekayaan bagi satu keluarga, tetapi hanya menjadi ATM bertahan hidup bagi keluarga lain.
Trump Accounts 530A menunjukkan satu pelajaran klasik: kebijakan tabungan tidak otomatis menjadi kebijakan kesejahteraan. Seed money $1.000 memang membantu, tetapi kontribusi rutin dan kemampuan menahan godaan penarikan adalah penentu utama.
Riset Morningstar memperingatkan bahwa proyeksi yang terlalu optimistis dapat menciptakan ekspektasi palsu dan kekecewaan kolektif. Di sisi lain, program ini tetap bisa berguna bila dibarengi literasi finansial, insentif kontribusi, dan perlindungan agar dana tidak mudah bocor.
Pertanyaan akhirnya bukan apakah Trump Accounts bisa menumbuhkan uang, karena pasar bisa melakukan itu. Pertanyaan yang lebih jujur adalah apakah sistem ekonomi memberi cukup ruang bagi keluarga untuk membiarkan uang itu tumbuh. (Orbit dari berbagai sumber, 31 Agustus 2026)