Saham SpaceX IPO Turun Usai Akuisisi Cursor, Masih Overvalued?
ORBITINDONESIA.COM – Saham SpaceX IPO sempat meledak usai pencatatan 12 Juni, lalu tersandung kabar akuisisi Cursor senilai US$60 miliar. Di balik euforia yang sempat membuat Elon Musk disebut menjadi triliuner, pasar justru menguji ulang: apakah valuasi SpaceX terlalu mahal, atau justru baru mulai masuk akal?
Menurut laporan Mashable, harga IPO SpaceX dibuka di US$135 dan sempat menembus US$170 pada hari yang sama. Forbes mencatat pada Selasa, 16 Juni, saham sempat melampaui US$225 sebelum sebagian kenaikan itu menguap keesokan harinya.
Pemicunya datang dari pengumuman akuisisi Anysphere, startup di balik AI coding agent Cursor, dalam kesepakatan US$60 miliar. CNBC melaporkan saham turun 5% pada Rabu, lalu turun lagi 3,75% pada Kamis.
Pada 19 Juni pasar tutup, dan harga saham berada di sekitar US$185 saat artikel sumber ditulis. Angka itu turun tipis, tetapi masih jauh di atas harga IPO.
Penurunan pasca-IPO sering terjadi, tetapi konteks SpaceX berbeda karena skalanya ekstrem dan narasinya sangat digerakkan oleh ekspektasi. Ketika perusahaan mengumumkan akuisisi besar, pasar biasanya menghitung ulang risiko integrasi, biaya, dan potensi distraksi dari bisnis inti.
Morningstar menyebut SpaceX “sangat overvalued” dan menaksir nilai wajarnya US$62 per saham. Dalam skenario terbaik menurut mereka, harga yang “pantas” ada di US$169, masih di bawah level US$185.
Perbedaan antara US$185 dan US$62 bukan sekadar selisih angka, melainkan selisih cerita. Yang satu adalah harga keyakinan, yang lain adalah harga disiplin model valuasi.
Namun pasar tidak tunggal, karena Oppenheimer & Co. justru menaikkan proyeksi dari US$190 menjadi US$250 setelah kabar akuisisi. Analis Timothy Horan menilai SpaceX “memiliki setiap lapisan AI stack, memberi keunggulan biaya dan kualitas,” dan Cursor dianggap komponen penting.
Di sinilah akuisisi Cursor menjadi simbol, bukan hanya pembelian produk. Investor yang pro percaya SpaceX sedang membangun rantai nilai AI end-to-end, sehingga perangkat coding agent diposisikan sebagai mesin produktivitas dan percepatan inovasi internal.
Masalahnya, narasi “memiliki seluruh stack” tidak otomatis berarti monetisasi cepat. AI coding agent adalah pasar padat, siklus teknologinya cepat, dan nilai strategisnya sering baru terasa setelah integrasi berjalan rapi.
Jika integrasi seret, investor bisa menganggap US$60 miliar sebagai premi yang terlalu mahal. Jika integrasi mulus, pasar dapat menganggap penurunan 5% sebagai koreksi sementara yang justru memberi ruang naik berikutnya.
Akuisisi raksasa pada hari-hari awal pasca-IPO sering terasa seperti ujian kedewasaan manajemen di mata publik. SpaceX seolah berkata: kami tidak hanya menjual roket atau layanan, kami menjual masa depan komputasi dan otomatisasi.
Tetapi pasar saham bukan panggung visi semata, karena ia juga ruang audit kolektif. Ketika Morningstar menaruh “nilai wajar” US$62, itu seperti alarm bahwa sebagian euforia mungkin lebih cepat daripada fundamental.
Di sisi lain, proyeksi Oppenheimer hingga US$250 menunjukkan ada investor yang percaya pada efek skala dan integrasi vertikal. Keyakinan ini biasanya bertumpu pada asumsi bahwa biaya marjinal inovasi turun drastis ketika tool AI internal makin kuat.
Yang paling menarik adalah batas psikologis yang disebut artikel sumber: selama saham tidak jatuh di bawah US$138, Musk tetap triliuner. Ini memperlihatkan bagaimana kekayaan personal kini bergantung pada sentimen menit-ke-menit, bukan hanya kinerja tahunan.
Dalam situasi seperti ini, harga saham menjadi referendum harian atas cerita perusahaan. Publik tidak hanya menilai laba, tetapi menilai apakah cerita “AI stack” itu benar-benar bisa diwujudkan.
Saham SpaceX IPO yang turun setelah akuisisi Cursor menunjukkan pasar sedang menimbang ulang antara ambisi dan harga yang harus dibayar. Di satu sisi ada peringatan overvalued dari Morningstar, di sisi lain ada optimisme proyeksi US$250 dari Oppenheimer.
Pertanyaannya bukan sekadar “berapa harga wajar,” tetapi “berapa lama pasar bersedia menunggu.” Jika Cursor benar menjadi mesin produktivitas yang mengunci keunggulan biaya dan kualitas, koreksi ini bisa tampak kecil di masa depan.
Namun jika akuisisi besar hanya menambah kompleksitas tanpa hasil cepat, publik akan belajar bahwa cerita paling memikat pun tetap harus tunduk pada disiplin eksekusi. (Orbit dari berbagai sumber, 24 Juni 2026)