Chika Jessica, Ruben Onsu, Thayaka: Pesan Harapan Anak Angkat

detikHOT

detikHOT

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Chika Jessica membagikan momen hangat bersama Ruben Onsu dan anak angkatnya, Thayaka, lalu menyelipkan pesan harapan yang terdengar sederhana tetapi menohok. Di tengah sorotan publik pada keluarga selebritas dan isu adopsi anak, unggahan semacam ini cepat berubah menjadi cermin tentang cara kita memaknai pengasuhan.

Momen kebersamaan yang dibagikan Chika Jessica menempatkan Ruben Onsu dan Thayaka dalam satu bingkai yang akrab dan manusiawi. Namun, setiap bingkai selebritas hampir selalu memanggil penilaian, dari pujian tulus sampai rasa ingin tahu yang berlebihan.

Isu anak angkat di ruang publik sering bergerak di dua kutub. Ia bisa menjadi inspirasi tentang kasih yang dipilih, tetapi juga rentan jadi bahan konsumsi yang mengikis privasi anak.

Ketika figur publik menunjukkan pengasuhan, publik menerima narasi sekaligus standar. Pesan Chika Jessica tentang masa depan Thayaka memperkuat gagasan bahwa anak adalah subjek yang perlu ditumbuhkan, bukan aksesori untuk mempercantik citra.

Di Indonesia, praktik adopsi diatur agar kepentingan terbaik anak menjadi pusat, termasuk prosedur legal dan verifikasi kelayakan. Prinsip ini sejalan dengan kerangka perlindungan anak yang menekankan keselamatan, identitas, dan keberlanjutan pengasuhan, bukan sekadar niat baik.

Masalahnya, media sosial bekerja dengan logika yang berbeda dari logika perlindungan anak. Algoritma mengganjar kedekatan emosional, sehingga momen keluarga mudah dipotong menjadi konten singkat yang memancing komentar cepat.

Dalam konteks itu, unggahan Chika Jessica bisa dibaca sebagai dua hal sekaligus. Ia adalah dukungan personal untuk Ruben Onsu dan Thayaka, tetapi juga bahan bakar percakapan publik yang kadang tidak ramah pada anak.

Data global menunjukkan bahwa anak yang sering terekspos di internet menghadapi risiko jejak digital permanen dan penyalahgunaan konten. Tren ini membuat banyak negara dan komunitas parenting mendorong etika “sharenting” yang lebih ketat, terutama untuk anak yang belum mampu memberi persetujuan bermakna.

Karena itulah, pesan harapan untuk masa depan Thayaka menjadi penting jika diterjemahkan sebagai komitmen jangka panjang. Harapan bukan hanya soal pendidikan dan karier, tetapi juga soal hak anak untuk tumbuh tanpa beban publik yang tidak ia pilih.

Publik sering menganggap keluarga selebritas sebagai ruang bersama, padahal itu tetap rumah orang lain. Kita kerap lupa bahwa anak angkat membawa lapisan kerentanan tambahan, karena identitas dan asal-usul bisa menjadi bahan spekulasi yang menyakitkan.

Unggahan Chika Jessica terasa menyentuh karena menampilkan relasi, bukan sensasi. Namun, sentuhan emosional tidak otomatis membuatnya aman, sebab kolom komentar bisa berubah menjadi ruang penghakiman yang menempel lama di ingatan digital.

Di titik ini, keteladanan paling kuat bukan pada seberapa sering momen dibagikan, melainkan seberapa disiplin batas dijaga. Membatasi detail, menutup akses komentar, atau memilih sudut pengambilan gambar yang tidak mengekspos anak berlebihan adalah bentuk kasih yang tidak selalu terlihat.

Ruben Onsu sebagai orang tua angkat berada di persimpangan yang sulit. Ia perlu merawat kedekatan keluarga sekaligus mengelola ekspektasi publik yang merasa berhak tahu semuanya.

Di sisi lain, publik juga punya tanggung jawab moral yang jarang dibahas. Jika kita sungguh peduli pada masa depan Thayaka, maka cara paling konkret adalah berhenti menuntut detail yang tidak perlu dan menahan diri dari komentar yang menilai.

Pesan harapan Chika Jessica untuk Thayaka mengingatkan bahwa masa depan anak dibangun dari hal-hal kecil yang konsisten. Pengasuhan yang sehat sering tidak viral, tetapi justru di situlah martabat anak dijaga.

Pada akhirnya, pertanyaan yang patut kita renungkan bukan siapa yang paling terlihat menyayangi, melainkan siapa yang paling mampu melindungi. Bila cinta benar-benar dewasa, ia tahu kapan harus dibagikan dan kapan harus disimpan rapat demi keselamatan seorang anak.

(Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2026)