Verifikasi Profil Aplikasi Kencan: Cara Cegah Catfishing dan Penipuan

Kompas.com

Kompas.com

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Verifikasi profil aplikasi kencan kini jadi langkah wajib, bukan sekadar fitur kosmetik. Penulis buku Mira Sumanti mengingatkan bahwa identitas digital mudah dipalsukan, sehingga pengguna perlu cara cek profil kencan yang lebih disiplin.

Budaya berkenalan lewat aplikasi kencan mempercepat kedekatan, tetapi juga mempercepat risiko. Catfishing, pemerasan, hingga penipuan berkedok asmara muncul karena orang percaya pada foto dan bio yang tampak meyakinkan.

Di ruang yang serba cepat, rasa ingin segera “klik” sering mengalahkan kehati-hatian. Akibatnya, verifikasi identitas di aplikasi kencan sering dianggap tidak penting sampai masalah terjadi.

Mira Sumanti menekankan verifikasi profil sebagai pintu pertama untuk memastikan seseorang benar adanya. Ia mendorong pengguna memanfaatkan fitur verifikasi bawaan platform, seperti tanda centang, verifikasi foto, atau validasi identitas bila tersedia.

Namun verifikasi internal tidak selalu cukup karena pelaku bisa memanfaatkan celah, akun curian, atau rekayasa visual. Karena itu, Mira mengarahkan pengguna melakukan pemeriksaan lintas-sumber, tanpa melanggar privasi dan tanpa berubah menjadi “detektif” yang obsesif.

Langkah paling praktis adalah meminta foto real-time dengan gestur spesifik atau menyebut tanggal, lalu membandingkannya dengan foto profil. Cara ini menekan risiko penggunaan foto hasil curian atau hasil pencarian internet yang sudah beredar lama.

Pemeriksaan berikutnya adalah reverse image search untuk mendeteksi foto yang pernah dipakai di situs lain. Jika wajah yang sama muncul dengan nama berbeda atau konteks yang janggal, itu sinyal kuat adanya pemalsuan identitas.

Mira juga menilai konsistensi cerita sebagai indikator penting, karena penipu sering tergelincir pada detail kecil. Pertanyaan sederhana soal pekerjaan, kota, atau rutinitas dapat menguji apakah narasi mereka stabil dari waktu ke waktu.

Untuk tahap yang lebih aman, ia menyarankan panggilan video singkat sebelum pertemuan tatap muka. Video call bukan jaminan mutlak, tetapi menurunkan risiko bertemu orang yang sama sekali berbeda dari profil.

Jika hubungan bergerak ke arah transaksi, Mira meminta pengguna berhenti dan menilai ulang. Pola “minta tolong mendadak”, “butuh dana darurat”, atau “investasi cepat” sering menjadi pintu masuk penipuan asmara.

Di level global, ancaman ini bukan isu kecil dan tidak hanya terjadi pada pengguna yang “mudah tertipu”. Laporan Federal Trade Commission (FTC) di Amerika Serikat mencatat kerugian akibat romance scam mencapai US$1,3 miliar pada 2022, tertinggi di antara kategori penipuan yang dilaporkan.

Angka itu memperlihatkan satu hal: penipuan asmara bekerja dengan psikologi, bukan sekadar teknologi. Pelaku memanfaatkan rasa percaya, rasa takut kehilangan, dan dorongan untuk segera merasa dimengerti.

Nasihat Mira Sumanti terasa sederhana, tetapi justru di situlah ketajamannya: verifikasi adalah kebiasaan, bukan reaksi setelah terluka. Aplikasi kencan menjual kemudahan, sementara keselamatan sering dipindahkan menjadi beban pengguna.

Di banyak platform, fitur keamanan dibuat seperti opsi tambahan yang bisa diabaikan, padahal ia seharusnya menjadi standar. Ketika pengguna diminta “lebih waspada”, kita perlu bertanya apakah desain aplikasi sudah cukup mencegah manipulasi sejak awal.

Meski begitu, kehati-hatian personal tetap relevan karena ruang digital selalu lebih cepat daripada regulasi. Verifikasi identitas di aplikasi kencan adalah bentuk literasi, yakni kemampuan menunda kepercayaan sampai bukti cukup.

Yang sering dilupakan adalah batas etis dalam memeriksa orang lain. Verifikasi tidak boleh berubah menjadi doxxing, pemaksaan data sensitif, atau kontrol yang menyaru sebagai “perlindungan”.

Kepercayaan yang sehat lahir dari dua hal yang berjalan bersama: transparansi dan batas. Jika seseorang menolak semua bentuk verifikasi wajar, penolakan itu sendiri bisa menjadi informasi penting.

Pada akhirnya, cara cek profil kencan bukan tentang curiga pada semua orang, melainkan tentang menghormati diri sendiri. Mira Sumanti mengingatkan bahwa cinta yang baik tidak menuntut kita menukar kewaspadaan dengan rasa nyaman sesaat.

Verifikasi profil aplikasi kencan adalah latihan kecil untuk keputusan besar, yakni memilih siapa yang layak masuk ke hidup kita. Jika teknologi memudahkan pertemuan, pertanyaannya: apakah kita juga mau memudahkan diri sendiri untuk berkata “tunggu dulu” sebelum percaya sepenuhnya?

(Orbit dari berbagai sumber, 7 Juni 2026)