Trump Sebut East Potomac Golf Links “Trash Island”, Sidang Memanas

Forbes

Forbes

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Donald Trump menyebut East Potomac Golf Links di Washington, D.C. sebagai “Trash Island” sambil memajang foto puing, banjir, dan pagar rusak. Ledakan narasi itu muncul hanya beberapa jam setelah sidang pengadilan yang tegang mempertanyakan rencana renovasi pemerintahannya.

Dalam unggahan Truth Social menjelang tengah malam, Trump mengklaim “Trash Island” adalah julukan untuk lapangan golf publik East Potomac yang ia sebut “rusak dan reyot.” Ia juga menyebut gugatan yang menolak penutupan lapangan untuk renovasi sebagai “sembrono,” dan menuduh tanpa bukti hakim federal Ana Reyes “tidak menginginkan Keagungan bagi Ibu Kota atau bangsa.”

Trump menyatakan rencana renovasi disusun dengan “standar dan level golf tertinggi,” dan akan mengubah “Trash Island menjadi pulau keindahan dan kesuksesan.” Pada unggahan lanjutan Selasa dini hari, ia mengirim foto-foto sampah, pagar patah, tepi sungai yang tergenang, serta “sea wall” yang ia sebut “runtuh” dan “sangat berbahaya bagi kesehatan.” (Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2026)

Menurut The Washington Post, sidang Senin memanas saat Reyes menyoroti kontradiksi antara pernyataan publik Trump dan keterangan pejabatnya di ruang sidang. Trump menulis pada Minggu bahwa Departemen Dalam Negeri dan arsitek golf Tom Fazio menyiapkan desain “kelas dunia,” menutup lapangan pada 15 November untuk renovasi 15 bulan.

Namun seorang staf senior Departemen Dalam Negeri bersaksi bahwa ia mengetahui tanggal 15 November justru dari unggahan Trump. Saat ditanya tentang klaim Trump pada Senin pagi bahwa pekerjaan akan dimulai “SEGERA,” saksi itu menjawab, “Kami belum siap pada titik ini.”

Direktur sementara National Park Service, Jessica Bowron, juga bersaksi bahwa ia tidak diberi tahu soal tanggal mulai 15 November. Pengacara DOJ yang mewakili pemerintah menyatakan belum ada rencana final, sehingga Reyes melontarkan kalimat tajam, “Jadi siapa yang harus saya percaya, presiden Amerika Serikat atau Anda?” (Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2026)

Serangan Trump kepada hakim Reyes memperlihatkan pola lama: memindahkan sengketa kebijakan menjadi drama personal. Dalam unggahan Senin pagi, ia menyebut Reyes “orang gila” dan menyiratkan “mungkin tidak waras,” setelah Reyes sementara memblokir penebangan pohon lanjutan di lokasi yang disebut telah menebang ratusan pohon secara mendadak pekan lalu.

Di titik ini, “Trash Island” bukan sekadar label untuk lapangan golf, melainkan alat framing politik. Foto-foto pagar rusak dan banjir memang bisa menjadi argumen soal perlunya perbaikan, tetapi tidak otomatis membenarkan proses yang kabur, jadwal yang berubah-ubah, dan komunikasi yang bahkan tidak sinkron antara presiden dan aparatnya.

Reyes, menurut laporan Post, menyebut anggota keluarganya menghubunginya karena membaca kabar ancaman pembunuhan terkait perkara ini. “Di sinilah kita berada…Seorang hakim federal mendapat ancaman pembunuhan gara-gara lapangan golf,” kata Reyes, sebuah kalimat yang menandai betapa cepatnya konflik administratif berubah menjadi krisis keamanan dan kepercayaan publik. (Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2026)

Kasus East Potomac Golf Links menunjukkan bagaimana kebijakan ruang publik dapat terjebak dalam perang narasi, bukan kejernihan prosedur. Renovasi bisa saja dibutuhkan, tetapi pengadilan meminta satu hal yang sederhana: konsistensi, bukti, dan rencana final yang bisa diuji.

Ketika presiden mempublikasikan jadwal yang bahkan pejabatnya tidak ketahui, yang runtuh bukan hanya “sea wall,” melainkan kredibilitas tata kelola. Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa bagi warga D.C. dan publik Amerika adalah apakah “keagungan” dibangun lewat standar proyek, atau lewat standar kebenaran dalam berbicara. (Orbit dari berbagai sumber, 24 Oktober 2026)