Kasus Kematian Liam Payne: Roger Nores Bebas, Dua Tersangka Menunggu

New York Post

New York Post

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Kasus kematian Liam Payne kembali menghangat setelah pengadilan di Buenos Aires resmi membebaskan Roger Nores dari tuduhan terakhir. Namun penyelidikan kematian Liam Payne di hotel CasaSur Palermo belum benar-benar usai, karena dua pria lain masih menghadapi proses hukum terkait dugaan penjualan kokain.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Liam Payne, mantan personel One Direction, tewas pada Oktober 2024 setelah jatuh dari balkon hotel mewah CasaSur Palermo di Buenos Aires. Jaksa sebelumnya menuding Rogerelio Luis “Roger” Nores, 38, sebagai pihak yang “menjadi tuan rumah” dan mengendalikan pengeluaran Payne sebelum tragedi terjadi.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Dalam dokumen pengadilan, Nores sempat didakwa manslaughter pada November 2024, dengan ayah Payne, Geoff Payne, disebut sebagai saksi kunci. Tuduhan manslaughter itu gugur pada Februari 2025, tetapi Nores masih dibebani tuduhan terkait suplai narkoba hingga akhirnya juga dibatalkan pada April 2026.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Putusan penting muncul pada 9 Juni, ketika tiga hakim banding menyepakati bahwa Payne, 31, adalah orang dewasa yang bebas memutuskan memakai narkoba, sehingga Nores tidak dapat dimintai tanggung jawab pidana. Kejaksaan tidak mengajukan banding atas putusan yang membersihkan Nores dari seluruh tuduhan.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Jaksa sempat meminta analisis forensik perangkat Nores setelah ditemukan pesan di ponsel Payne yang meminta “enam gram.” Namun pengadilan menolak karena Nores tidak membalas pesan itu, dan tidak ada bukti ia menyetujui penyediaan narkoba.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Permintaan jaksa untuk memanggil Kate Cassidy, pacar Payne asal Amerika, juga ditolak dalam putusan Juni karena dianggap tidak cukup alasan. Keputusan ini memperlihatkan standar pembuktian yang ketat, terutama ketika perkara menyangkut dugaan “peran sosial” seorang teman dalam perilaku berisiko korban.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Sementara itu, dua terdakwa—pelayan restoran Braian Nahuel Paiz, 26, dan pekerja hotel Ezequiel David Pereyra, 22—masih menunggu sidang atas tuduhan menjual kokain kepada Payne. Sumber perkara menyebut ada negosiasi plea deal yang berpotensi membuat sidang penuh atas kematian Payne tidak pernah terjadi.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Jika kesepakatan terjadi, dakwaan bisa turun menjadi “memberi narkoba secara gratis” dengan ancaman maksimum enam bulan. Keduanya telah ditahan lebih dari satu tahun sebelum dibebaskan pada Maret, sehingga masa tahanan itu dapat dianggap sudah menutup potensi hukuman.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Pada 3 Juli, hakim Karina Andrade mengizinkan analisis forensik tambahan atas 10 ponsel dan sebuah flash drive milik Paiz dan Pereyra yang disita saat penggerebekan. Penyidik akan menelusuri SMS, percakapan media sosial, dan riwayat penelusuran untuk mencari bukti terkait dugaan transaksi.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Dua karyawan CasaSur lain—kepala keamanan Gilda Martin dan resepsionis Esteban Grassi—sebelumnya juga sudah lepas dari tuduhan manslaughter. Pola ini menunjukkan penyidik kesulitan menghubungkan kelalaian pihak ketiga secara langsung dengan keputusan dan tindakan korban pada jam-jam terakhir.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Pembebasan Roger Nores menegaskan batas antara tanggung jawab moral dan tanggung jawab pidana dalam kasus overdosis atau konsumsi narkoba. Pengadilan tampaknya memilih prinsip otonomi orang dewasa, sehingga “kedekatan” atau “peran sebagai teman” tidak otomatis menjadi kewajiban hukum untuk mencegah kecanduan.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Namun, fokus yang menyempit ke transaksi narkoba semata juga menyisakan pertanyaan besar tentang ekosistem risiko di sekitar selebritas. Ketika akses, perantara, dan ruang privat hotel bertemu, rantai tanggung jawab sering kabur, dan pada akhirnya kebenaran dikerdilkan menjadi pasal yang paling mudah dibuktikan.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Di sisi lain, plea deal berpotensi menutup kebutuhan publik untuk memahami kronologi secara utuh, meski ia efisien bagi sistem peradilan. Jika dakwaan turun menjadi “pemberian gratis” dengan hukuman ringan, rasa keadilan bisa terasa timpang dibanding bobot kehilangan yang dialami keluarga dan penggemar.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Kehadiran Cheryl Cole sebagai penggugat atas nama putra mereka yang berusia 9 tahun, Bear, menambah dimensi etis pada perkara. Dokumen menyebut fokusnya menjaga “intimasi, kehormatan, dan memori” Liam, sebuah sikap yang bisa berbenturan dengan dorongan media untuk menguliti detail tragedi.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Kasus kematian Liam Payne memperlihatkan bagaimana hukum bekerja dengan bahasa bukti, bukan bahasa duka. Roger Nores kini bebas sepenuhnya, tetapi pertanyaan publik tentang siapa yang membuka pintu bagi narkoba dan siapa yang lalai menjaga ruang aman masih menggantung.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)

Jika proses berakhir lewat plea deal, kita mungkin mendapat putusan cepat tanpa narasi lengkap tentang malam terakhir Payne. Di titik itu, refleksi paling penting adalah ini: seberapa siap sistem hiburan, hotel, dan lingkar sosial selebritas mencegah tragedi serupa sebelum hukum kembali datang terlambat.

(Orbit dari berbagai sumber, 30 Juli 2026)