Daftar Perangkat Siri AI: iPhone, iPad, Mac, Watch Kompatibel

9to5Mac

9to5Mac

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Siri AI menjadi sorotan besar iOS 27, macOS Golden Gate, watchOS 27, dan pembaruan lain, tetapi tidak semua perangkat Apple kebagian. Daftar perangkat Siri AI yang kompatibel menunjukkan pola lama: fitur baru hadir, lalu syarat hardware baru ikut mengunci pengalaman.

Artikel sumber menyebut Siri AI masih tahap beta dan dijadwalkan meluncur ke publik pada musim gugur. Namun, Siri AI hanya tersedia di perangkat yang dianggap “kompatibel”, terutama model-model terbaru.

Di iPhone, dukungan dimulai dari iPhone 15 Pro/Pro Max hingga jajaran iPhone 17 termasuk iPhone Air dan 17e, sementara model non-Pro generasi lebih lama tersisih. Di iPad, batasnya jelas: iPad Pro dan iPad Air minimal chip M1, serta iPad mini yang memakai A17 Pro.

Untuk Mac, semua model Apple silicon (M1 ke atas, termasuk yang disebut memakai A18 Pro) masuk daftar, sedangkan Mac Intel praktis gugur. Apple Watch juga ikut, tetapi hanya jika dipasangkan dengan iPhone yang mendukung AI, dan yang masuk adalah Series 9 ke atas, Ultra 2 ke atas, serta Watch SE 3.

Apple Vision Pro disebut mendukung Siri AI di semua model. Ada catatan penting: sebagian aspek pengalaman Siri akan lebih unggul pada perangkat tertentu, terutama untuk kustomisasi tempo dan ekspresivitas suara.

Kustomisasi suara paling lengkap hanya tersedia pada iPhone 17 Pro/Pro Max, iPhone Air, iPad dengan M4 ke atas dan minimal 12GB unified memory, Mac dengan M3 ke atas dan minimal 12GB unified memory, serta Apple Vision Pro (M5). Selain itu, model AI on-device paling kuat Apple juga dibatasi pada daftar perangkat baru yang mirip, meski dampaknya ke Siri belum dijelaskan. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juni 2026)

Daftar kompatibilitas ini memperjelas arah Apple: AI bukan sekadar pembaruan software, melainkan proyek komputasi on-device yang mahal secara performa dan memori. Batas seperti “M1 ke atas” atau “minimal 12GB unified memory” menandai bahwa Siri AI diposisikan sebagai beban kerja yang tidak bisa ditanggung perangkat lama tanpa kompromi.

Jika benar sebagian pemrosesan dilakukan di perangkat, Apple sedang mengubah Siri dari asisten berbasis perintah menjadi sistem generatif yang butuh throughput tinggi. Itu menjelaskan mengapa iPhone 15 non-Pro tidak masuk, karena Apple selama ini membedakan kelas Pro lewat chip dan kapasitas memori yang lebih siap untuk beban AI.

Namun ada lapisan lain: pengalaman Siri AI tidak seragam, karena fitur “kustomisasi tempo dan ekspresivitas suara” dibatasi lagi pada perangkat yang lebih baru. Ini menciptakan hierarki fitur, di mana “Siri AI ada” tidak sama dengan “Siri AI terbaik”, dan perbedaan itu sengaja dibuat terasa.

Apple Watch menjadi contoh menarik karena dukungan Siri AI bergantung pada iPhone yang kompatibel. Secara praktis, jam tangan diperlakukan sebagai terminal, sementara otak AI tetap berada di iPhone, sehingga pembeli Watch yang lebih baru tetap bisa “terkunci” jika iPhone-nya tidak naik kelas.

Mac Intel yang tersingkir juga konsisten dengan transisi Apple silicon. Dengan memasukkan “semua model Apple silicon”, Apple mengubah AI menjadi alasan baru untuk mempercepat purnajual perangkat lama, bukan hanya alasan performa aplikasi kreatif atau efisiensi daya.

Di sisi Vision Pro, klaim “semua model mendukung” terdengar paling ramah, tetapi catatan “Vision Pro (M5)” untuk fitur suara menegaskan bahwa generasi chip tetap menentukan kualitas pengalaman. Artinya, bahkan di lini yang masih muda, Apple sudah menyiapkan diferensiasi AI berbasis generasi prosesor. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juni 2026)

Kebijakan ini bisa dibaca sebagai kompromi antara keamanan, privasi, dan strategi bisnis. Apple ingin menonjolkan AI on-device sebagai nilai jual, tetapi untuk menjaga kualitas dan latensi, mereka menetapkan pagar hardware yang ketat.

Masalahnya, pagar itu bukan hanya teknis, melainkan juga psikologis: pengguna dibuat merasa perangkatnya “tiba-tiba tua” ketika Siri AI menjadi wajah baru ekosistem. Ketika fitur inti iOS 27 dipromosikan lewat Siri AI, ketidakcocokan perangkat terasa seperti kehilangan hak atas pembaruan, bukan sekadar batas spesifikasi.

Di titik ini, Siri AI berpotensi menjadi mesin pendorong upgrade yang lebih kuat daripada kamera atau layar. Apple tidak perlu mengatakan “silakan beli baru”, karena daftar kompatibilitas sudah berbicara sendiri, dan fitur “Siri AI terbaik” menambah dorongan halus yang sulit diabaikan.

Namun, ada pertanyaan etis: apakah peningkatan AI harus selalu berarti penggantian perangkat, atau bisa dihadirkan lewat mode ringan untuk perangkat lama. Jika Apple tidak menawarkan jalur “Siri AI versi hemat”, mereka mempertaruhkan loyalitas pengguna yang merasa dipaksa, terutama di pasar yang makin sensitif terhadap harga.

Pada akhirnya, publik akan menilai bukan dari janji “AI lebih pintar”, tetapi dari manfaat harian yang nyata. Jika Siri AI hanya terasa sebagai demo canggih tanpa dampak produktivitas, daftar perangkat yang panjang justru berubah menjadi daftar kekecewaan. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juni 2026)

Daftar perangkat Siri AI yang kompatibel menegaskan bahwa era iOS 27 membawa AI sebagai fitur premium, bukan fitur universal. Apple menawarkan masa depan yang lebih personal dan ekspresif, tetapi pintunya dijaga oleh chip, memori, dan generasi perangkat.

Pertanyaan yang tersisa sederhana namun menentukan: apakah Siri AI cukup bernilai untuk membuat orang mengganti perangkat yang sebenarnya masih layak pakai. Jika AI menjadi standar baru, maka yang perlu diawasi bukan hanya kecanggihannya, melainkan juga siapa yang dibiarkan tertinggal. (Orbit dari berbagai sumber, 15 Juni 2026)