Qatar Berjanji Memberikan Dukungan untuk Meringankan Kesulitan yang Dihadapi Rakyat Iran
ORBITINDONESIA.COM - Qatar berjanji pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, untuk memberikan semua bantuan yang mungkin untuk meringankan kesulitan yang dihadapi rakyat Iran, menurut media Iran, lapor Anadolu.
“Qatar tidak ingin rakyat Iran menghadapi kesulitan sementara negara-negara di kawasan hanya menonton,” kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
“Kami akan memberikan bantuan apa pun yang mungkin untuk meringankan kesulitan rakyat Iran yang bersaudara,” kata beliau seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim Iran.
Sheikh Mohammed mengatakan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menganggap Pezeshkian “sebagai saudara,” dan bahwa “rasa hormat yang mendalam dan tulus” tetap ada di antara kedua negara meskipun ada peristiwa baru-baru ini.
Ia mengatakan Doha berupaya memulihkan stabilitas di kawasan dan mengakui upaya Iran untuk menjangkau negara-negara di kawasan dan upayanya untuk meningkatkan keamanan dan ketenangan.
“Kami berharap bahwa, melalui kelanjutan pendekatan ini, tantangan di masa depan akan teratasi,” tambahnya.
Menanggapi isu pilot Iran yang diklaim telah ditangkap oleh Doha, Perdana Menteri Qatar mengatakan bahwa masalah tersebut akan ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh.
Kunjungan Sheikh Mohammed ke Teheran, yang juga Menteri Luar Negeri Qatar, terjadi ketika Doha terus berupaya meredakan ketegangan antara Iran dan AS.
Kunjungan ini menandai perjalanan pertama Menteri Luar Negeri Qatar ke Iran sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel pada akhir Februari.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni setelah mediasi oleh Pakistan dan Qatar, tetapi implementasinya terhenti di tengah perbedaan mengenai navigasi di Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang.
Iran telah menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang menampung pasukan militer AS pada Juni 2025, selama perang 12 hari dengan Israel, dan juga melancarkan serangan balasan terhadap beberapa negara Teluk termasuk Qatar setelah serangan AS-Israel tahun ini. ***