Rekor S&P 500 dan Nasdaq: Euforia AI Menantang Risiko Timur Tengah

Reuters

Reuters

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Rekor S&P 500 dan Nasdaq kembali tercetak, ketika euforia saham AI dan reli semikonduktor mengalahkan kecemasan pasar atas konflik Iran serta ketidakpastian perundingan damai Timur Tengah. Di New York, penutupan Selasa menunjukkan S&P 500 naik 0,61% ke 7.519,12 dan Nasdaq melonjak 1,19% ke 26.656,18, sementara Dow justru turun 0,23%.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Terjemahan akurat artikel sumber: Indeks pada hari itu menunjukkan Dow turun 0,23%, S&P 500 naik 0,61%, dan Nasdaq naik 1,2%. Micron melonjak setelah UBS menaikkan target harga secara tajam, dan S&P 500, Nasdaq, serta Russell 2000 sempat menyentuh rekor intraday.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Reuters menulis bahwa optimisme berbasis AI menutupi kecemasan mengenai pembicaraan damai Timur Tengah, yang diperparah oleh serangan terbaru AS ke Iran. Saham semikonduktor memimpin penguatan, seiring permintaan yang digerakkan AI terus mendorong valuasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Micron disebut naik 19% dan menembus nilai pasar US$1 triliun untuk pertama kalinya setelah UBS menaikkan target harga menjadi US$1.625 dari US$535. Ini menjadi simbol betapa satu laporan riset dapat memompa sentimen sektor yang sudah panas.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Di sisi geopolitik, pasar sempat mendapat “napas” dari pernyataan Menlu AS Marco Rubio yang mengatakan kesepakatan dengan Teheran untuk menghentikan konflik bisa “memakan beberapa hari”. Media Iran Tasnim melaporkan Teheran juga mengupayakan pelepasan US$24 miliar dana Iran yang dibekukan di luar negeri.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Data penutupan menunjukkan pasar bergerak tidak seragam, dengan teknologi mengangkat indeks luas sementara saham konsumen melemahkan Dow. Dow Jones turun 118,02 poin ke 50.461,68, sedangkan S&P 500 naik 45,65 poin dan Nasdaq naik 312,21 poin.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Rekor intraday pada S&P 500, Nasdaq, dan Russell 2000 menandakan reli tidak hanya milik raksasa teknologi, tetapi juga merembet ke saham berkapitalisasi kecil. Namun, kenyataan bahwa Dow tertinggal mengisyaratkan rotasi sektor masih tajam dan rapuh.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Lonjakan sektor chip menjadi mesin utama, dengan Philadelphia SE Semiconductor Index naik 5,5% ke level tertinggi sepanjang masa. Qualcomm naik hampir 4,5% setelah laporan Bloomberg menyebut adanya kesepakatan pasokan chip dengan ByteDance, sementara Marvell berakhir 6% lebih tinggi.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Di sisi energi, Brent naik sekitar 4% setelah militer AS melakukan serangan di Iran. Kenaikan minyak ini biasanya menjadi “pajak” bagi inflasi, tetapi pasar saham seolah menilai guncangan itu sementara dan terkendali.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Faktor fundamental yang memperkuat reli adalah revisi kenaikan laba perusahaan. Menurut data LSEG, pertumbuhan laba kuartal pertama diperkirakan 29% year-on-year, melonjak dari estimasi 16,1% sebulan sebelumnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Lebar pasar juga mendukung narasi risk-on, karena saham yang naik mengungguli yang turun 2,47 banding 1 di NYSE. Di NYSE tercatat 627 saham mencetak level tertinggi baru dan 90 terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 185 tertinggi baru dan 70 terendah baru.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Volume transaksi 18,85 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari terakhir 18,71 miliar. Aktivitas yang tinggi ini menyiratkan reli tidak sekadar “tipis”, tetapi didorong partisipasi yang cukup luas.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Kutipan Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management menambah konteks psikologis pasar. Ia menilai reli teknologi tahun ini mengingatkan pada boom akhir 1990-an, meski ia juga menekankan pelajaran pasca pecahnya gelembung dapat mencegah pengulangan yang sama.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Rekor S&P 500 dan Nasdaq saat konflik Iran memanas menunjukkan satu hal: pasar lebih percaya pada mesin laba AI dibanding risiko geopolitik. Ini bukan berarti risiko hilang, melainkan risiko “didiskon” selama narasi pertumbuhan terlihat meyakinkan.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Micron yang melesat setelah UBS memang menggambarkan kekuatan cerita AI, tetapi juga menyorot ketergantungan pasar pada validasi analis. Ketika target harga bisa naik hampir tiga kali lipat, pertanyaannya bukan hanya tentang prospek, melainkan tentang seberapa cepat ekspektasi sudah berlari mendahului realisasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Adam Sarhan dari 50 Park Investments berkata ekonomi masih tumbuh dan laba diperkirakan naik meski inflasi tinggi, sehingga pasar menjadi cermin ekonomi. Namun cermin bisa memantulkan bagian yang terang saja, sementara bayangan biaya energi dan rantai pasok di Selat Hormuz bisa muncul belakangan.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Di titik ini, “AI trade” terlihat seperti payung besar yang menutup banyak kekhawatiran, dari inflasi hingga perang. Tetapi payung yang sama dapat berubah menjadi layar yang menahan angin, jika harga minyak bertahan tinggi atau jika eskalasi geopolitik memukul sentimen dan belanja korporasi.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Perbandingan dengan era dot-com patut diingat bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menuntut disiplin. Bedanya, perusahaan AI hari ini lebih cepat memonetisasi, tetapi valuasi juga lebih cepat menuntut kesempurnaan eksekusi.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Rekor S&P 500 dan Nasdaq menegaskan bahwa pasar sedang memilih percaya pada masa depan AI, sambil berharap konflik Iran tidak melebar dan harga energi kembali jinak. Data laba yang direvisi naik memberi bahan bakar, tetapi minyak yang melonjak 4% mengingatkan bahwa biaya selalu punya cara untuk kembali menghitung.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)

Perenungannya sederhana: apakah reli ini lahir dari produktivitas baru yang nyata, atau dari keyakinan bahwa semua risiko bisa ditunda? Jika perdamaian benar “tinggal beberapa hari” seperti kata Rubio, pasar mungkin benar, tetapi jika tidak, investor akan belajar lagi arti kata volatilitas.

(Orbit dari berbagai sumber, 29 Mei 2026)