China Memproduksi 500 Chengdu J-20, Angkanya Bikin AS Was-Was

Pesawat tempur siluman Chengdu J-20.

Pesawat tempur siluman Chengdu J-20.

Tech Life

ORBITINDONESIA.COM - China terus memperbesar kekuatan udara strategisnya. Salah satu yang paling banyak mendapat perhatian adalah Chengdu J-20, pesawat tempur siluman yang dikembangkan untuk memperkuat kemampuan tempur udara jarak jauh China.

Sejumlah analisis terbaru memperkirakan jumlah J-20 yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai unit China kini berada di kisaran 500 pesawat. Namun, angka tersebut perlu dipahami sebagai perkiraan berdasarkan informasi sumber terbuka, bukan jumlah resmi yang diumumkan pemerintah China.

Jika estimasi tersebut mendekati kondisi sebenarnya, skalanya cukup signifikan. J-20 tidak lagi terlihat sebagai program pesawat siluman dalam jumlah terbatas, tetapi mulai berkembang menjadi armada besar yang dapat digunakan di berbagai wilayah dan satuan udara China.

Perkembangan J-20 juga menunjukkan kemampuan industri penerbangan China dalam memproduksi pesawat tempur generasi kelima dalam jumlah besar. Produksi yang terus berjalan memungkinkan Beijing secara bertahap menambah jumlah pesawat siluman sekaligus memperluas kemampuan operasionalnya.

J-20 dirancang dengan karakteristik siluman dan membawa persenjataan di ruang internal untuk mengurangi pantulan radar. Pesawat ini juga memiliki kemampuan sensor dan sistem avionik yang terus mengalami pengembangan. China bahkan telah mengembangkan varian dan konfigurasi baru untuk memperluas fungsi J-20 dalam peperangan udara modern.

Bagi Amerika Serikat, perkembangan ini tentu menjadi perhatian. Persaingan udara antara Washington dan Beijing tidak hanya berkaitan dengan siapa yang mempunyai pesawat lebih canggih, tetapi juga menyangkut seberapa cepat masing-masing negara mampu memproduksi, mengoperasikan, mempertahankan, dan mengintegrasikan pesawat tersebut ke dalam jaringan tempur yang lebih luas.

Meski demikian, membandingkan sekitar 500 J-20 dengan armada F-35 Amerika Serikat tidak bisa hanya berdasarkan jumlah.

Kekuatan udara juga dipengaruhi oleh kualitas pelatihan pilot, sistem sensor, pesawat pendukung, tanker, pangkalan, persenjataan, jaringan komunikasi, pengalaman operasi, serta dukungan negara-negara sekutu.

Karena itu, angka 500 J-20 sebaiknya tidak langsung diartikan bahwa China telah mengungguli Amerika Serikat. Tetapi jika estimasi tersebut benar atau mendekati kenyataan, satu hal menjadi semakin jelas: China sedang membangun kekuatan jet tempur siluman dalam skala yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Dan justru kemampuan Beijing untuk terus menambah jumlah J-20 inilah yang menjadi salah satu perkembangan paling penting dalam persaingan kekuatan udara China dan Amerika Serikat.

(Sumber: Military News Amazing) ***