Tren Self-Care Urban Bergeser: Lavojoy Run dan Active Lifestyle
ORBITINDONESIA.COM – Tren self-care di kota besar makin sering tampil sebagai active lifestyle, bukan lagi sekadar me-time yang pasif. Pergeseran ini terlihat saat lavojoy mengemas ulang tahun ke-4 lewat fun run 5K dan peluncuran produk wellness head-to-toe di GBK Jakarta.
Di ruang urban, waktu luang menyusut dan tubuh dipaksa beradaptasi dengan ritme cepat. Self-care lalu mencari bentuk baru yang bisa “menempel” pada agenda produktif, bukan berdiri sebagai jeda.
Karena itu, olahraga massal seperti lari, padel, dan kelas kebugaran menjadi panggung baru perawatan diri. Brand membaca peluang ini dan mengubah self-care menjadi pengalaman sosial yang dapat dipamerkan sekaligus dibeli.
Acara lavojoy Run di Plaza Sudirman GBK pada 9 Agustus 2026 melibatkan 500 peserta dari komunitas lari, media, KOL, dan konsumen. Formatnya bukan hanya lari 5K, tetapi juga “pit stop” layanan cepat seperti express hair wash, styling, dan area uji coba produk.
Di titik ini, self-care bergerak dari ritual privat ke layanan instan yang menyatu dengan keramaian. Ia menjadi ekosistem: aktivitas fisik, komunitas, lalu produk yang menjanjikan kenyamanan setelah lelah beraktivitas.
Brand Director lavojoy Indonesia, Dickson Leo, menyebut orang kini gemar olahraga dan lavojoy ingin mengoneksikannya dengan filosofi “self-care, self-love, and enjoy.” Ia menegaskan self-care “bukan lagi soal diam,” melainkan tetap produktif sambil tahu cara merawat diri.
Pernyataan itu selaras dengan tren global industri wellness yang terus membesar dan makin dekat dengan gaya hidup aktif. Global Wellness Institute memperkirakan ekonomi wellness dunia bernilai triliunan dolar dan terus tumbuh pascapandemi, didorong kebugaran, perawatan personal, dan kesehatan mental (Global Wellness Institute, 2023).
Di level produk, lavojoy menawarkan paket “perlindungan menyeluruh” untuk wajah, tubuh, dan rambut. Ada sunscreen tone-up gel SPF50 PA++++ dengan 10% niacinamide, body serum gel, serta pembaruan Hold Me Tight Pro Series untuk rambut rontok.
Bahasa yang dipakai konsisten: praktis, ringan, nyaman, dan cepat terlihat hasilnya. Ini menjawab kebutuhan masyarakat urban yang ingin solusi ringkas, tetapi juga berisiko menormalisasi standar “selalu siap tampil” sebagai ukuran sehat.
Randy Martin menafsirkan fun run sebagai latihan konsistensi, bukan kecepatan, dan menyebut “Less Fall, More Growth.” Narasi ini kuat karena menggeser fokus dari hasil instan ke kebiasaan kecil harian.
Namun, ketika pesan konsistensi ditempelkan pada peluncuran produk, muncul pertanyaan tentang batasnya. Apakah self-care dipahami sebagai kebiasaan merawat diri, atau sebagai kewajiban membeli perangkat agar tetap kompetitif di ruang sosial?
Pergeseran self-care menjadi active lifestyle punya sisi emansipatoris karena mengajak orang bergerak dan bertemu komunitas. Ia bisa menolong kesehatan mental lewat rutinitas, rasa memiliki, dan target kecil yang realistis.
Tetapi ada sisi lain yang lebih sunyi: self-care berubah menjadi “tugas performatif” yang harus tampak rapi, glowing, dan siap kamera. Dalam kultur kota yang serba cepat, tubuh akhirnya diperlakukan seperti proyek tanpa akhir.
Event lari yang disambung layanan styling dan trial produk menunjukkan logika itu bekerja rapi. Self-care menjadi pengalaman menyenangkan, tetapi sekaligus jalur konversi dari keringat ke keranjang belanja.
Di sinilah ketajaman isu muncul: kita membutuhkan perawatan diri, tetapi juga perlu waspada ketika definisinya dipersempit menjadi konsumsi. Self-care yang sehat seharusnya tetap memberi ruang untuk jeda, tidur cukup, dan batasan, bukan hanya perlindungan SPF dan rambut yang “harus” kuat.
Lavojoy Run menandai bagaimana self-care urban kini dipasarkan sebagai active lifestyle yang seru, sosial, dan praktis. Ia menawarkan versi baru perawatan diri: bergerak dulu, pulih kemudian, lalu kembali produktif.
Pertanyaannya bukan apakah ini baik atau buruk, melainkan siapa yang diuntungkan oleh definisi self-care yang makin “aktif” dan makin konsumtif. Jika self-care adalah komitmen merawat diri, mungkin ukurannya bukan seberapa lengkap produk kita, tetapi seberapa jujur kita mendengar tubuh sendiri.
(Orbit dari berbagai sumber, 12 Agustus 2026)