Kanada Umumkan Tarif Balasan Senilai $20 Miliar terhadap Barang-Barang AS

Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Mark Carney.

Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Mark Carney.

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM - Kanada menyatakan akan menerapkan tarif balasan yang nilainya setara dengan tarif AS—dengan prinsip "dolar-untuk-dolar"—serta mengenakan pungutan balasan terhadap baja, produk susu, peralatan rumah tangga, dan berbagai barang Amerika lainnya.

Langkah terbaru ini merupakan respons terhadap tarif sebesar 50% yang diberlakukan pemerintahan Trump pada hari Jumat, 21 Agustus 2026—setelah perundingan perdagangan gagal—terhadap sebagian kecil barang Kanada, di samping tarif AS yang sudah ada sebelumnya atas baja, aluminium, mobil, dan kayu Kanada.

Barang impor Amerika senilai sekitar C$28 miliar (atau sekitar US$20 miliar) akan dikenai tarif oleh Kanada dengan kisaran antara 15% hingga 50%, dan pungutan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada tengah malam tanggal 8 September.

Sesaat sebelum mengumumkan tarif balasan senilai $20 miliar terhadap barang-barang AS, Menteri Keuangan François-Philippe Champagne mengatakan bahwa Kanada sedang menghadapi "tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya", namun ia menambahkan bahwa "rakyat Kanada akan mampu menghadapinya".

Ia mengatakan bahwa langkah-langkah balasan yang ditargetkan juga mencakup paket dukungan senilai C$7,5 miliar (US$5,4 miliar) bagi para pekerja dan pelaku usaha.

"Ketika Kanada bersatu, tidak ada yang bisa menghentikan kita," tambahnya.

Kembali ke konferensi pers, di mana para menteri Kanada yang baru saja kita dengar keterangannya kini sedang menjawab pertanyaan.

François-Philippe Champagne ditanya mengapa pemerintah tidak mengenakan pungutan balasan terhadap ekspor energi atau potas (garam hasil tambang dan olahan) Kanada—dua sektor yang krusial bagi perekonomian AS.

Champagne menjawab bahwa respons mereka proporsional; mereka telah lama terlibat dalam konflik perdagangan ini sehingga memahami produk mana yang perlu dikenai tarif.

Ia mengatakan bahwa tarif baru yang diberlakukan AS akan "berdampak secara tidak proporsional" terhadap usaha kecil dan menengah.

Champagne menyatakan inilah alasan mereka mengumumkan "paket dukungan yang substansial" dan mereka berfokus untuk memastikan perusahaan-perusahaan dapat tetap kompetitif di pasar Kanada.

"Itulah yang mendasari respons kami. Itulah yang akan terus mendasari respons kami di hari-hari dan minggu-minggu mendatang," ujarnya.

Penerapan pajak atas perdagangan antara dua mitra dagang yang secara historis paling erat di dunia ini niscaya akan menimbulkan dampak buruk bagi kedua belah pihak.

Rantai pasokan yang telah dibangun selama beberapa dekade kini menghadapi peningkatan biaya perdagangan akibat pengumuman tarif terbaru dari Amerika Serikat dan Kanada; hal ini pada akhirnya akan berdampak pada bisnis dari berbagai skala serta konsumen, yang berpotensi menghadapi harga lebih tinggi.

Hari ini, Kanada telah memberlakukan pajak impor atas berbagai barang yang masuk dari AS, mulai dari ikan, keju, dan susu hingga kayu lapis, tisu toilet, bahkan pisau dan garpu.

Daftar barang tersebut mencakup 99 halaman dan merupakan respons tegas terhadap gelombang baru tarif AS atas beragam produk Kanada yang mulai berlaku pada hari Sabtu.

Sejauh ini, Kanada telah membuktikan kemampuannya untuk memberikan perlawanan sengit dalam perang dagang ini; contohnya adalah keputusan sebagian besar provinsi untuk melarang penjualan minuman beralkohol asal AS di toko-toko minuman keras tahun lalu—langkah yang memukul keras industri AS hingga menyebabkan ekspor anggur AS merosot tajam.

Namun, posisi Amerika sebagai ekonomi terbesar dunia memberinya kekuatan lebih besar, tidak hanya untuk membalas, tetapi juga mungkin untuk lebih mudah menghadapi dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Hanya waktu yang akan menjawab industri mana yang paling terdampak, namun jelas bahwa perang dagang ini telah mencapai titik kritis. ***