Wow, Tim Perunding Iran Melibatkan Psikolog untuk Membantu Menyusun Profil Psikologis Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump.

Presiden Donald Trump.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Media The Cradle pada 14 Juni 2026 memuat artikel yang mengejutkan. Artikel tersebut mengutip jurnalis investigasi Jeremy Scahill, yang mengatakan bahwa tim perunding Iran telah melibatkan psikolog untuk membantu menyusun profil psikologis Presiden Donald Trump, dan menyesuaikan cara penyampaian pesan dalam negosiasi.

Menurut laporan itu, para psikolog tidak menjadi negosiator utama, melainkan memberikan analisis tentang kepribadian dan pola pengambilan keputusan Trump.

Klaim itu sejauh ini belum terverifikasi.

Beberapa hal yang perlu dicatat:

Pertama, sumber utama klaim berasal dari satu laporan media.

Informasi tersebut berasal dari wawancara Jeremy Scahill yang dikutip The Cradle. Tidak terlihat adanya dokumen resmi pemerintah Iran, pernyataan terbuka dari Kementerian Luar Negeri Iran, ataupun konfirmasi independen dari mediator perundingan yang mendukung klaim tersebut.

Kedua, belum ada konfirmasi resmi dari Iran. Sampai saat ini saya tidak menemukan pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang membenarkan bahwa psikolog dimasukkan ke dalam tim perunding.

Ketiga, namun ecara praktik diplomasi, hal itu bukan sesuatu yang mustahil.

Dalam negosiasi tingkat tinggi, negara-negara besar sering menggunakan ahli perilaku, pakar komunikasi, analis budaya, atau psikolog politik untuk mempelajari karakter lawan bicara. Ini bukan hal baru dalam diplomasi modern maupun intelijen. Yang belum dapat dipastikan adalah apakah Iran benar-benar melakukan hal tersebut dalam skala dan bentuk yang digambarkan oleh The Cradle.

Keempat, narasi "Trump dianggap mengalami gangguan mental" adalah bagian paling kontroversial.

The Cradle menulis bahwa beberapa negosiator Iran memandang Trump berada dalam kondisi mental yang terganggu dan karena itu perlu dibuat profil psikologis khusus.

Klaim ini sangat sensitif dan hingga kini tidak didukung bukti medis maupun konfirmasi independen. Karena itu sebaiknya dipandang sebagai pendapat sumber yang dikutip media tersebut, bukan fakta yang telah terbukti.

Kesimpulan

Jika pertanyaannya "Apakah The Cradle benar-benar memuat berita bahwa Iran mempekerjakan psikolog dalam perundingan dengan Trump?", jawabannya ya.

Tetapi jika pertanyaannya "Apakah informasi itu sudah terbukti benar?", jawabannya belum ada verifikasi independen yang kuat.

Saat ini statusnya lebih tepat disebut sebagai klaim yang dilaporkan oleh satu media berdasarkan sumber yang dikutip Jeremy Scahill, bukan fakta yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah Iran maupun pihak perunding lainnya.

Menariknya, jika klaim itu benar, hal tersebut justru menunjukkan bahwa Iran menganggap faktor psikologi pribadi Trump sama pentingnya dengan isu teknis seperti pengayaan uranium atau pencabutan sanksi.

Dalam diplomasi abad ke-21, memahami karakter pemimpin lawan sering kali dianggap sama pentingnya dengan memahami posisi resmi negaranya. ***