DESOUND Showroom Melawai: Pengalaman Audio Imersif Lima Lantai

Xpose Indonesia

Xpose Indonesia

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM – DESOUND Showroom Melawai hadir sebagai pengalaman audio imersif yang menantang cara lama membeli speaker, mikrofon, dan home theater. Di Melawai, Jakarta Selatan, showroom lima lantai ini mengajak pengunjung menguji perangkat dalam konteks ruang dan kebiasaan, bukan sekadar membaca spesifikasi. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Industri ritel audio sering terjebak pada etalase dan jargon teknis yang sulit diterjemahkan ke kebutuhan rumah atau panggung. Akibatnya, banyak pembeli pulang dengan perangkat bagus, tetapi tidak cocok dengan ukuran ruangan, penempatan, dan pola penggunaan. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

DESOUND membaca masalah itu sebagai kesenjangan pengalaman, bukan semata kesenjangan produk. James Eric Pribadi menegaskan orang datang membawa pertanyaan teknis, padahal yang dicari adalah sistem yang pas untuk ruang dan kebiasaan. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Konsep baru DESOUND Showroom Melawai yang diperkenalkan pada 21 Agustus 2026 mencoba menutup jurang tersebut. Lima lantai disusun seperti perjalanan dari ruang keluarga hingga professional audio, agar keputusan belanja berangkat dari uji dengar yang realistis. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Lantai pertama, Audio Gallery, mengubah logika display menjadi simulasi hunian. Ruang keluarga dan sudut santai memberi konteks bahwa premium audio bisa menyatu dengan interior, bukan selalu hidup di “ruang khusus” yang steril. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Pendekatan ini penting karena kualitas audio sangat dipengaruhi akustik ruang, jarak dengar, dan penempatan speaker. Banyak riset akustik dasar menunjukkan pantulan dinding dan bentuk ruangan dapat mengubah persepsi bass dan detail, bahkan ketika perangkatnya sama. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Lantai dua membawa narasi ke komunikasi dan kreasi lewat Shure Experience Space. Pengunjung bisa menguji mikrofon legendaris seperti Shure SM58, serta mencoba sistem meeting terintegrasi yang merangkai mikrofon, speaker, kamera, dan panel kendali. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Ini menjawab tren kerja hibrida dan produksi konten yang makin mengandalkan audio bersih. Data Global Web Index dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan konsumsi video online dan live streaming terus meningkat, sehingga perangkat audio bukan lagi kebutuhan niche. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Lantai tiga memindahkan fokus ke lifestyle audio dan kurasi ritel. Tobias Harris W. dari TDC NYC menekankan DESOUND sebagai destinasi imersif bagi momen personal, outdoor, traveling, hingga perayaan, sehingga audio diposisikan sebagai bagian identitas. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Di lantai yang sama, KEF Product Experience menonjolkan pelajaran yang sering dilupakan pembeli: karakter suara bukan hanya milik speaker, tetapi juga milik ruangan. Ketika pengunjung membandingkan, mereka belajar bahwa “bagus” itu kontekstual, bukan absolut. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Lantai empat memperlihatkan audio sebagai hiburan sosial lewat karaoke room dan home theatre room. Namun, yang lebih strategis adalah DESOUND Community Space yang menampung workshop, demo produk, hingga kompetisi seperti JBL Voice Hunt. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Ruang komunitas ini selaras dengan denyut Melawai–Blok M yang kian ramai oleh pertemuan kreatif. Showroom tidak hanya menjual barang, tetapi memproduksi keramaian, dan keramaian adalah bahan bakar ritel modern. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Lantai lima menutup perjalanan dengan professional solution untuk instalasi komersial, event, dan pertunjukan. Kategori speaker dibagi berdasarkan konteks penggunaan, dari instalasi hingga touring, sehingga calon pengguna memahami “mengapa” sebelum “berapa”. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Di titik ini, DESOUND juga memperluas kanal lewat desound.co.id dan agen WhatsApp DELYSA. Strateginya jelas: pengalaman fisik membangun kepercayaan, lalu kanal digital menangkap permintaan dari luar Jakarta. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Konsep DESOUND Showroom Melawai terasa seperti kritik halus pada ritel yang terlalu percaya pada spesifikasi. Spesifikasi penting, tetapi telinga manusia bekerja dengan kebiasaan, emosi, dan konteks ruang yang tidak bisa diringkas dalam angka. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Namun, ada risiko ketika pengalaman dibuat terlalu “menggoda” dan kurasi terasa seperti jawaban final. Pengunjung bisa terdorong membeli karena suasana demo, padahal di rumah akustiknya berbeda, dan hasilnya tidak identik. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Di sinilah integritas layanan diuji: apakah edukasi penempatan, kalibrasi, dan konsultasi pascabeli menjadi bagian dari paket nilai. James menyebut perangkat baik harus ditempatkan dalam konteks yang tepat, dan kalimat itu semestinya menjadi komitmen jangka panjang. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Langkah DESOUND membuka komunitas dan demo publik juga menyiratkan pergeseran ritel menjadi “media”. Produk dipahami melalui pengalaman kolektif, dan merek dibangun lewat pertemuan, bukan hanya iklan. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Rencana ekspansi ke Medan dan flagship di Summarecon Mall Serpong menunjukkan model ini ingin direplikasi. Tantangannya adalah menjaga kualitas pengalaman dan kurasi, karena “imersif” mudah menjadi sekadar dekorasi jika tim dan program tidak konsisten. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

DESOUND Showroom Melawai menawarkan pelajaran sederhana: memilih audio bukan memilih benda, melainkan memilih pengalaman mendengar. Lima lantai itu menunjukkan bahwa suara selalu bernegosiasi dengan ruang, kebiasaan, dan cara hidup. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)

Jika ritel masa depan adalah ritel yang mengedukasi, maka showroom ini bergerak ke arah yang tepat. Pertanyaannya tinggal satu: setelah pengunjung pulang, apakah pengalaman yang sama bisa bertahan di ruang mereka, atau hanya tinggal kenangan demo yang sempurna. (Orbit dari berbagai sumber, 10 Oktober 2026)