Persib Bandung Comeback 3-1 vs PSM di BRI Super League 2026/2027

detiksport

detiksport

Nasional

ORBITINDONESIA.COM – Persib Bandung comeback dan menang 3-1 atas PSM Makassar pada pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di GBLA. Kemenangan Persib Bandung ini lahir dari respons cepat di babak kedua, setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Gol cepat Kodai Tanaka pada menit ke-6 membuat Persib Bandung dipaksa keluar dari rencana awalnya. PSM Makassar menekan dengan efisiensi, memanfaatkan umpan Luka Bulatovic yang berujung penyelesaian satu sentuhan.

Situasi Persib makin rumit ketika Marc Klok mengalami cedera dan mengganggu ritme transisi. Babak pertama berakhir 0-1, dan stadion seperti menunggu jawaban: apakah juara bertahan masih punya daya pukul yang sama.

Jawaban itu datang hanya dalam enam menit di awal babak kedua, dan itu bukan kebetulan. Persib menyamakan skor menit ke-48 lewat Patricio Matricardi, yang memenangi duel udara dari sepak pojok Thom Haye.

Tiga menit kemudian, Balsa Sekulic membalikkan keadaan melalui tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti pada menit ke-51. Pergantian di awal babak kedua terasa seperti keputusan yang menukar kecemasan menjadi agresi terukur.

Setelah unggul 2-1, Persib mengubah tempo menjadi lebih sabar dan lebih rapi dalam mengunci ruang. PSM tetap memberi perlawanan, tetapi momen krusial terjadi pada menit ke-73 saat VAR menilai insiden Gabriel Mutombo terhadap Bulatovic bukan pelanggaran.

Keputusan VAR itu menjaga momentum Persib, karena penalti akan mengubah psikologi laga. Pada menit ke-81, Uilliam Barros menutup pertandingan lewat sepakan keras untuk membuat skor 3-1.

Dari sisi narasi pertandingan, Persib menang karena dua hal yang sering dilupakan dalam euforia skor akhir: kualitas bola mati dan ketepatan intervensi pelatih. Dua gol pertama lahir dari skema yang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan eksekusi yang dingin.

Kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar mengirim sinyal bahwa status juara bertahan tidak hanya soal nama, tetapi soal kemampuan memulihkan diri di bawah tekanan. Namun, babak pertama juga memberi peringatan bahwa Persib masih bisa rapuh ketika kehilangan poros seperti Klok.

PSM sebenarnya menunjukkan rancangan yang masuk akal, yaitu memukul lebih dulu lalu memaksa Persib bermain tergesa-gesa. Masalahnya, mereka gagal mengubah dominasi situasional menjadi ancaman berulang, terutama setelah Persib memenangi duel-duel kunci.

Kontroversi kecil di menit ke-73 memperlihatkan betapa tipisnya batas antara kemenangan meyakinkan dan hasil yang berantakan. VAR bukan sekadar alat, karena ia ikut menentukan arah emosi publik dan ketenangan pemain di menit-menit akhir.

Persib Bandung menutup pekan pertama BRI Super League 2026/2027 dengan comeback 3-1 yang terasa tegas dan efektif. Tetapi kemenangan ini juga mengajarkan bahwa pertandingan bisa berubah hanya karena enam menit yang dimainkan dengan keyakinan penuh.

Musim baru selalu menawarkan pertanyaan lama dalam bentuk yang lebih tajam: apakah Persib bisa mempertahankan konsistensi ketika variabel cedera dan keputusan kecil terus datang. Jika hari ini mereka menang lewat respons, esok mereka diuji lewat ketahanan. (Orbit dari berbagai sumber, 11 September 2026)